Puasa Ramadhan bisa menurunkan stres (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Banyak orang merasakan ketenangan batin yang lebih dalam selama menjalani puasa Ramadhan.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan menarik : apakah puasa benar-benar dapat menurunkan stres? Dalam beberapa tahun terakhir, studi psikologis mulai meneliti hubungan antara puasa, regulasi emosi dan kesehatan mental.
Menurut APA, stres merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan fisik maupun emosional. Jika tidak dikelola, stres dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental.
Sementara itu, riset dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa praktik refleksi diri dan pengendalian diri dapat membantu menurunkan respons stres.
Berikut penjelasan ilmiah mengenai bagaimana puasa Ramadhan berpotensi membantu menurunkan stres menurut studi psikologi sebagaimana dilansir dari laman Duke University dan University of Oxford, Minggu (1/3) :
1. Puasa melatih pengendalian diri dan regulasi emosi
Puasa mengajarkan seseorang menahan dorongan dasar seperti makan dan minum. Latihan ini berkaitan erat dengan kemampuan regulasi diri dalam psikologi.
Menurut publikasi dari Aassociation for Psychological Science, kemampuan self control (pengendalian diri) berhubungan dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Individu dengan kontrol diri baik cenderung lebih stabil secara emosional.
Selama Ramadhan, latihan ini berlangsung setiap hari selama sebulan penuh. Hal ini memperkuat kemampuan menghadapi stres dengan lebih tenang.
Ketika emosi lebih terkendali, reaksi terhadap tekanan pun menjadi lebih rasional. Inilah salah satu alasan puasa dapat membantu menurunkan stres.
2. Aktivitas spiritual meningkatkan ketenangan
Ramadhan memang identik dengan peningkatan ibadah seperti shalat, dzikir dan membaca Al-Qur’an. Aktivitas spiritual ini terbukti memiliki efek psikologis positif.
Penelitian dari Duke University menunjukkan bahwa keterlibatan religius berkorelasi dengan tingkat stres yang lebih rendah. Spiritualitas memberikan makna dan harapan dalam hidup.
Selain itu, praktik doa dan meditasi dapat menurunkan hormon kortisol. Kortisol dikenal sebagai hormon stres dalam tubuh manusia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
