Masjid Al Riyadh, Kwitang. (Royyan/JawaPos.com).
JawaPos.com - Matahari hampir tenggelam di ufuk barat pada Rabu (25/2). Senja pun perlahan mulai muncul di sudut kota Jakarta. Para pria paruh baya yang mengenakan sarung dengan peci putih tampak hilir-mudik di halaman Masjid Jami Al-Riyadh Kwitang, Jakarta Pusat. Menjelang berbuka puasa, ada yang sibuk menyiapkan takjil untuk jemaah dengan piring plastik, menaruh sejumlah kurma, dan gorengan.
Di sisi lain, para pria paruh baya lainnya berdiri di dekat pintu masuk masjid seperti pramusapa yang dengan senang hati menunjukkan jemaah yang ingin mengunjungi makam pendiri Masjid Al-Riyadh, Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi alias Habib Ali Kwitang.
Mereka dengan senang hati mengantarkan para peziarah ke makam Habib Ali Kwitang yang letaknya persis di samping masjid Al-Riyadh. Makam itu berada di halaman masjid yang luas mengelilingi bagian utama masjid.
Ada gerbang akordeon berwarna putih senada dengan warna sebagian besar masjid tersebut sebagai pintu masuk ke makam Habib Ali Kwitang. Sebenarnya ada tiga makam lain yang turut disemayamkan di halaman masjid Al-Riyadh. Selain Habib Ali Kwitang, ada juga makam istrinya, Syarifah Ni'mah, putranya yaitu Habib Muhammad bin Ali Al Habsyi, dan cucunya yang bernama Habib Abdurrahman bin Muhammad.
Empat makam dengan nuansa putih yang dibalut kain berwarna krem itu masing-masing menjadi dua baris lengkap dengan nisan dari marmer di masing-masing makam.
Hingga sebelum Magrib menjelang, orang satu per satu tak berhenti memasuki ruangan makam Habib Ali Kwitang. Ada yang duduk di depan makam, ada yang berdiri sembari mengangkat tangan menyampaikan doa untuk pendakwah kondang asli Betawi itu.
Bukan tanpa alasan, jejak hidup dakwah Habib Ali Kwitang yang dimulai sejak umur sebelas tahun dengan belajar di Hadramaut, Yaman, hingga akhit hayatnya membuat banyak orang merasakan manfaat kehadiran habib tersebut.
Saat pulang ke Tanah Air usai belajar di Yaman hingga Makkah pada 1898, ia mulai membuat majelis taklim. Mulanya itu dilakukan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Seiring muridnya yang semakin banyak, jemaahnya kemudian dipindahkan ke Kwitang pada 1911.
Mulanya, Masjid Al-Riyadh ini hanya berupa surau kecil seperti bangunan panggung. Berjalannya waktu, melalui berbagai renovasi dan pergantian nama, ada peran Presiden RI pertama Soekarno dalam peresmian masjid yang didirikan Habib Ali Kwitang ini.
Soekarno pernah berjanji hendak meresmikan masjid itu dan menamainya dengan Khuwatul Ummah. Singkatnya usai Soekarno turun tahta, masjid ini pun kembali berganti nama yang dipakai hingga sekarang, yakni Al-Riyadh.
Dari majelis taklim kecil yang mulanya mengorbankan kediaman Habib Ali Kwitang, kini menjelma jadi ribuan jemaah yang akhirnya tertampung di Masjid Al-Riyadh. Posisi masjid yang berada di tengah wilayah padat penduduk menunjukkan inklusifnya pengajian yang dibuat Habib Ali.
Jemaahnya tak hanya dari Jakarta, tapi juga dari Jawa, Kalimantan, bahkan hingga Singapura maupun Yaman tempatnya menimba ilmu dulu.
Dengan jejak dakwah panjang itulah yang membuat orang tak henti datang menziarahi makamnya. Meski kata salah satu penjaga makam Habib Ali Kwitang, Wawan, 51, sebenarnya saat Ramadhan tiba terbilang sedikit orang yang menziarahi makam Habib Ali.
"Kalau puasa gini sepi. Sebelum puasa itu baru ramai malah," katanya saat ditemui JawaPos.co.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022