Memperhatikan kemasan adalah salah satu tips cerdas memilih takjil yang aman dan higienis (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan memang identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Beragam jajanan seperti kolak,gorengan, es buah hingga kue tradisional mudah ditemukan di pinggir jalan.
Namun, memilih takjil yang aman dan higienis saat Ramadhan sangat penting agar ibadah tetap lancar dan tubuh tetap sehat. Saat berpuasa, kondisi tubuh cenderung lebih sensitif karena lambung kosong selama berjam-jam.
WHO menegaskan bahwa keamanan pangan sangat penting untuk mencegah penyakit akibat makanan yang terkontaminasi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, makanan yang tidak higienis dapat menyebabkan keracunan makanan akibat bakteri seperti Salmonella atau E.coli.
Risiko ini meningkat jika makanan disimpan atau disajikan dengan cara yang tidak tepat.
Berikut beberapa tips cerdas memilih takjil yang aman dan higienis saat berbuka puasa Ramadhan sebagaimana dilansir dari laman CDC, WHO, dan FDA, Selasa (24/2) :
Kebersihan lapak dan peralatan menjadi tanda awal keamanan makanan, WHO menyarankan agar makanan disiapkan dengan tangan dan alat yang bersih untuk mencegah kontaminasi silang.
Jika penjual menggunakan sarung tangan atau penjepit makanan maka itu nilai tambah. Intinya hindari membeli takjil yang dibiarkan terbuka tanpa penutup.
Makanan yang terbuka berisiko terkena debu dan serangga. Menurut U.S Food and Drug Administration makanan siap saji sebaiknya dilindungi dari paparan lingkungan luar untuk menjaga kualitas dan keamanan.
Takjil seperti kolak atau bubur sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup. Hal ini membantu menjaga kebersihan sebelum dikonsumsi saat berbuka.
Suhu makanan sangat memengaruhi pertumbuhan bakteri. CDC menjelaskan bakteri berkembang cepat pada suhu antara 4 hingga 60 derajat C jika makanan dibiarkan terlalu lama.
Takjil seperti santan atau pudding sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Pilih makanan yang baru dimasak atau baru dikeluarkan dari pendingin.
Warna makanan yang terlalu terang bisa menjadi tanda penggunaan warna yang berlebihan. FDA menyarankan konsumen untuk memperhatikan bahan tambahan makanan dan memilih produk yang aman.
Takjil tradisional seharusnya memiliki warna alami. Jika terlihat terlalu mencolok sebaiknya dihindari.
Indra penciuman dan penglihatan dapat membantu mendeteksi makanan yang tidak segar. Jangan ragu untuk membatalkan pembelian jika memang aroma tidak meyakinkan. Intinya keamanan lebih penting daripada rasa penasaran.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
