Ilustrasi ramadhan. (freepik)
JawaPos.com - Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib bagi umat Islam di seluruh dunia. Tidak melaksanakannya akan mendapatkan dosa, sementara bagi yang melaksanakannya dengan baik dan benar akan diganjar dengan pahala besar oleh Allah.
Untuk mengetahui apakah ibadah puasa kita sah dan diterima, kita perlu memahami hal-hal yang bisa membatalkan puasa Ramadhan.
Dilansir dari NU Online, Ibnu Qasim Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qorib menjelaskan secara ringkas dan sistematis sejumlah hal yang membatalkan puasa.
Setidaknya, ada 9 hal yang dapat membatalkan ibadah puasa. Berikut penjelasan singkatnya.
Jika seseorang memasukkan benda ke dalam lubang tubuh yang terbuka (seperti mulut, hidung, telinga, qubul, atau dubur) dengan sengaja dan sadar, maka puasanya dibayatkan batal. Misalnya memasukkan alat pembersih telinga ke dalam telinga, dll.
Muntah yang disengaja membatalkan puasa. Namun, jika muntah terjadi tanpa sengaja seperti karena mual berat di kendaraan atau sejenisnya, puasanya tetap sah selama tidak ada yang tertelan kembali.
Jima’ atau berhubungan intim pada siang hari hari di bulan Ramadhan termasuk pembatal puasa. Selain wajib qadha, juga dikenakan kaffarah atas tindakannya tersebut
Jika mani keluar karena rangsangan langsung seperti bercumbu atau ciuman dengan sengaja, ibadah puasa yang dilakukan batal. Namun jika keluar mani karena mimpi basah,ibadah puasanya tetap sah.
Wanita yang mengalami haid pada siang hari di bulan Ramadhan otomatis menjadikan ibadah puasanya batal, meski darah yang keluar hanya beberapa menit menjelang adzan Maghrib.
Darah nifas setelah melahirkan juga membatalkan puasa. Orang yang baru melahirkan otomatis tidak dapat melaksanakan puasa dan wajib mengganti ibadah puasa yang ditinggalkan pada hari lain.
Jika seseorang gila atau hilang kesadaran, ibadah puasanya tidak sah. Hal itu karena orang gila tidak memenuhi salah satu syarat sah puasa yaitu berakal.
Orang yang pingsan sejak sebelum fajar hingga Maghrib tanpa sadar sama sekali, ibadah puasanya dinyatakan batal. Namun jika sempat sadar walau sebentar pada siang hari, puasanya tetap dinyatakan sah menurut sebagian ulama Syafi’iyah.
Keluar dari Islam atau murtad membatalkan semua amal ibadah, termasuk puasa. Jika seseorang kembali masuk Islam, puasa pada hari tersebut batal dan wajib melakukan qadha atau mengganti pada hari lain di luar Ramadhan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
