Mengajarka anak berpuasa untuk pertama kali perlu dilakukan dengan hati-hati dan jangan sampai membuat buat hati merasa tertekan. (Freepik)
JawaPos.com-Mengajarkan anak berpuasa di bulan Ramadhan menjadi momen penting bagi orang tua Muslim. Meski anak yang belum balig belum diwajibkan berpuasa, pembiasaan sejak dini dapat membantu mereka memahami makna ibadah dan melatih kedisiplinan secara bertahap.
Namun, proses itu tentu tidak bisa dilakukan secara instan. Anak masih berada dalam masa tumbuh kembang, sehingga pendekatan yang tepat sangat dibutuhkan agar puasa menjadi pengalaman yang positif, bukan beban.
Mengacu pada artikel How to Care for the Fasting Child yang dimuat oleh Baylor College of Medicine, anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan saat berpuasa dibanding orang dewasa.
Karena itu, orang tua perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan, tingkat aktivitas, hingga toleransi anak terhadap rasa lapar sebelum mengajaknya berpuasa.
Berikut 7 tips yang bisa diterapkan agar anak lebih siap menjalani puasa pertamanya di bulan Ramadhan.
1. Sesuaikan dengan Usia Anak
Setiap usia memiliki tahapan perkembangan yang berbeda. Anak di bawah tujuh tahun masih berada dalam fase perkembangan kognitif awal. Pada usia ini, metode terbaik adalah memberi contoh langsung dan mengajak anak meniru kebiasaan orang tua. Hindari penjelasan yang terlalu kompleks, gunakan bahasa sederhana dan penuh empati.
2. Berikan Makanan Bergizi dan Kurangi Gula
.
Asupan nutrisi sangat penting saat sahur dan berbuka. Pilih makanan tinggi serat dan protein agar anak merasa kenyang lebih lama. Kurangi konsumsi gula berlebih yang justru membuat energi cepat naik lalu turun drastis. Pastikan anak tetap terhidrasi dengan cukup cairan saat waktu berbuka hingga sahur.
3. Latihan secara Bertahap
Tidak semua anak mampu langsung berpuasa penuh sehari. Mulailah dengan puasa setengah hari atau beberapa jam terlebih dahulu. Setelah anak terbiasa, durasi bisa ditingkatkan secara perlahan sesuai kemampuan dan kondisi fisiknya. Cara bertahap tersebut membantu anak beradaptasi tanpa merasa tertekan.
4. Ajak Anak Memantau Perkembangannya
Buat kalender puasa sederhana yang bisa ditempel di kamar atau ruang keluarga. Beri stiker atau tanda khusus setiap kali anak berhasil menyelesaikan target puasanya. Cara itu dapat meningkatkan motivasi dan membuat anak merasa bangga atas pencapaiannya selama Ramadhan.
5. Libatkan Anak dalam Aktivitas Ramadhan

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
