
Ustadz Muhammad Syukri Albani Nasution. (Instagram: msalbaniofficial).
JawaPos.com – Syukri Albani termasuk pendakwah yang menyampaikan materi dakwah dengan cukup sederhana. Namun, pesan-pesan yang disampaikannya dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para pendengarnya.
Melalui dakwah yang dilakukannya dalam sejumlah kesempatan, pemilik nama lengkap Muhammad Syukri Albani Nasution ini mengajak para pendengarnya untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.
Mulai dari memperbaiki diri dari cara berpikir supaya positif kepada Allah, menjaga pikiran agar selalu positif tidak dikuasai oleh energi negatif, hingga sejumlah pesan untuk melakukan amalan kebaikan di dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal di akhirat.
Salah satu konten video yang diunggah di Instagram pribadinya, Syukri Albani menyinggung soal doa yang tidak dikabulkan. Menurut dia, semua doa bisa jadi dikabulkan Tuhan, namun disesuaikan untuk kebaikan dari masing-masing orang.
Dia pun mencontohkan ada orang yang merasa doanya tidak kunjung dikabulkan Tuhan padahal sudah puluhan tahun berdoa minta mobil.
Menurut Syukri Albani, doa yang dikabulkan tidak harus dalam wujud mobil. Bisa saja Allah mengabulkan doa orang itu dalam bentuk lain yang memang sesuai dengan kebaikan orang itu.
"Jangan kita yang mengatur takdir, tapi kita yang menyesuaikan takdir. Allah dengan takdirnya tidak pernah salah," katanya seraya meminta para pendengarnya untuk selalu husnudzan kepada Allah.
Konten lain yang diunggah Syukri Albani di Instagram adalah terkait tradisi memberikan santunan ke anak yatim dengan cara berbaris.
Menurut sang ustaz, hal itu kurang baik karena berpotensi merendahkan derajat mereka. Apalagi di sela prosesi santunan dilakukan, malah ditambahkan dengan komentar kurang baik.
Menurut dia, santunan yang baik seharusnya dilakukan dengan cara mendatangi rumah mereka dan kemudian diberikan santunan untuk tujuan menaikkan derajat mereka.
Ada banyak lagi ceramah Syukri Albani yang diunggah di akun Instagram pribadinya, yang diawali dari cerita kehidupan yang terjadi di kehidupan nyata dan kemudian disuntikkan dengan nilai kebaikan yang lebih sesuai dengan maqashid syariah.
Syukri Albani punya sikap dalam menyampaikan dakwah. Dia tegas mengatakan tidak mau menyampaikan materi hanya yang enak didengar oleh jamaah. Karena dakwah sejatinya menyampaikan kebenaran, bukan yang enak saja didengarkan jamaah.
"Kalau menyampaikan yang enak-enak saja, itu namanya penghibur. Dakwah itu ada tanggung jawabnya di hadapan Allah," katanya
Profil Syukri Albani
Syukri Albani lahir di Medan, 6 Juli 1984. Dia pernah sekolah di salah satu SD di Medan. Setelah itu, pemilik tinggi 165 cm itu melanjutkan pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal, Sumatra Utara.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
