
Ilustrasi anak bermain gawai. (Freepik)
JawaPos.com - Kecanduan gawai pada anak menjadi persoalan klasik di era serba digital. Terlebih saat bulan Ramadhan, anak-anak memiliki lebih banyak waktu di rumah karena jam sekolah yang pendek.
Tak jarang, bermain ponsel dipilih anak untuk menghabiskan waktu menunggu berbuka. Fenomena ini mendapat sorotan dari berbagai pihak, salah satunya Sosiolog Pendidikan Universitas Airlangga, Prof Tuti Budirahayu.
Prof Tuti mengatakan bahwa kecanduan gawai menjadi tantangan yang perlu diatasi selama Ramadhan. Alih-alih bermain ponsel selama berjam-jam saat Ramadhan, anak-anak bisa diarahkan untuk melakukan kegiatan ibadah.
"Agar Ramadhan menjadi lebih berwarna, penting membuat kesepakatan antara anak, orang tua, dan guru tentang jadwal kegiatan. Setiap anak harus berkomitmen dengan jadwal yang telah dibuat," tutur Prof Tuti, Kamis (6/3).
Orang tua juga harus aktif mengawasi aktivitas dan jadwal anak-anaknya ketika di rumah. Agar tetap produktif, anak bisa mengikuti ritme ibadah dan nilai-nilai sosial yang diajarkan dalam bulan suci.
"Berpuasa tidak identik dengan tidur atau bermain-main, apalagi diberi libur lalu dimanfaatkan untuk bermain game melalui gawainya atau bermain-main keluar rumah tanpa tujuan yang jelas," serunya.
Dalam perspektif sosiologi pendidikan, Ramadhan menjadi momentum bagi siswa untuk mengembangkan diri. Kegiatan selama Ramadhan bisa membentuk karakter dan keterampilan sosial mereka melalui pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
"Dalam amalan ibadah Ramadhan, siswa dilatih untuk menerapkan disiplin, sabar, bertoleransi, dan menghargai sesama. Jika dijalankan dengan baik, maka Ramadhan dapat membentuk kebiasaan positif jangka panjang," tandas Prof Tuti.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
