
Ilustrasi puasa Ramadhan. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ramadan adalah bulan penuh keberkahan dan ampunan. Ibadah puasa yang dijalankan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membangun kesabaran, meningkatkan ketakwaan, serta mengendalikan hawa nafsu.
Seiring berjalannya hari, tubuh mulai beradaptasi dengan ritme baru, tetapi tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan.
Pada hari ketiga Ramadan, umat Muslim semakin memahami bahwa puasa adalah latihan spiritual yang mendidik hati dan jiwa. Disiplin dalam menjaga ucapan, menghindari perbuatan buruk, serta meningkatkan ibadah menjadi bagian tak terpisahkan dari bulan suci ini.
Selain itu, Ramadan mengajarkan nilai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, karena dengan berpuasa seseorang dapat merasakan bagaimana rasanya hidup tanpa makanan dan minuman untuk sementara waktu.
Menjalankan puasa dengan penuh kesadaran akan memberikan manfaat luar biasa, baik secara spiritual maupun fisik. Momentum Ramadan menjadi kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur'an, dan meningkatkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap umat Muslim menantikan waktu berbuka puasa setelah seharian beribadah dan menahan diri. Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk menyegerakan berbuka begitu waktu Magrib tiba, sebagaimana sabdanya:
"Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari)
Di Surabaya, waktu berbuka puasa pada hari ketiga Ramadan jatuh pada pukul 17.51 WIB. Sesuai sunnah Rasulullah SAW, berbuka sebaiknya dimulai dengan kurma dan air putih sebelum melanjutkan dengan makanan utama. Jika tidak tersedia, makanan manis seperti kolak atau teh hangat dapat menjadi alternatif.
Sebelum menyantap hidangan berbuka, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahaba azh-zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya: "Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah." (HR. Abu Dawud)
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa‘alaa rizqika afthartu.
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka." (HR. Abu Dawud)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
