
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menyampaikan telah menyiapkan sebanyak 4 ruas jalan tol fungsional selama periode mudik lebaran tahun 2024. (Dok. Jasa Marga)
JawaPos.com - Beberapa hari lagi para pemudik mulai bergerak menuju kampung halaman untuk bersiap merayakan Idul Fitri. Diperkirakan puncak arus mudik terjadi pada Sabtu dan Minggu, 6-7 April 2024.
Pada puncak arus mudik itu bagi yang menempuh perjalanan dengan jalur darat menggunakan kendaraan pribadi perlu mempersiapkan diri lebih komplet. Apalagi perjalanan dengan mobil pribadi bakal melintasi jalan tol untuk mempercepat waktu tempuh. Mengingat potensi tingginya volume kendaraan yang melintas di jalan tol, para pemudik harus mempersiapkan diri sangat detail.
Berdasar data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terdapat sekitar 193 juta warga akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024. Jumlah itu meningkat hingga 60 persen dibanding tahun lalu yang sebanyak 123 juta pemudik.
Dari jumlah itu, pemudik dari area Jabodetabek diprediksi mencapai 28 jutaan. Jutaan pemudik ini akan melakukan perjalanan mudik mengguakan multimoda, baik transportasi umum (darat, laut, udara) maupun kendaraan pribadi, termasuk pemudik dengan motor.
Merujuk pada fenomena tahun sebelumnya, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi roda empat akan memilih jalan tol sebagai menjadi pilihan favorit perjalanannya. Apalagi kini jalan tol sudah terintegrasi, khususnya jalan tol Trans-Jawa (1.782,47 KM), jalan tol Trans-Sumatera (884, 45 KM), dan di level nasional jalan tol mencapai 2.835,71 km.
Selain itu, guna mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR juga akan membuka beberapa ruas tol fungsional di Pulau Jawa, seperti ruas Jakarta-Cikampek II Selatan (8,5 KM), tol Solo-Yogyakarta-YIA (22,3 KM), dan tol Cimanggis-Cibitung (19,65 KM).
Guna mengoptimalkan jalan tol dalam mudik Lebaran ini, BPJT dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah melakukan beberapa upaya. Pertama, melakukan peningkatan kualitas jalan tol (PKJT) dari berbagai aspek layanan, seperti konstruksi, informasi, lalu lintas, transaksi, dan peningkatan keselamatan.
Kedua, dari sisi manajemen lalu lintas, Korlantas Mabes Polri juga akan melakukan beberapa manuver rekayasa, antara lain contraflow (sistem lawan arus), one way traffic (sistem satu arah), hingga pemberlakuan sistem ganjil genap. Ketiga, instrumen itu diberlakukan (bersamaan) jika situasi dan kondisi lalu lintas di jalan tol sudah pada level stagnan, dengan volume rasio mencapai di atas 0,8.
Menghadapi kenyataan seperti itu, masyarakat perlu memerhatikan beberapa hal agar perjalanan mudik akan terasa aman dan selamat via jalan tol. Mengutip informasi dari laman BPJT PU, terdapat empat hal yang perlu diperhatikan dan bisa dilakukan pemudik selama perjalanan mudiknya, di antaranya:
1. Melakukan Perjalanan Mudik Lebih Awal
Mudik lebih awal sebagai pilihan paling ideal, khususnya untuk menghindari arus puncak mudik, yang diperkirakan akan terjadi pada H-4, Sabtu, 6 April 2024. Mudik lebih awal menjadi solusi yang paling rasional, apalagi sudah diberikan diskon tarif tol oleh BUJT, kisaran 10-20 persen (sampai gate Kalikangkung).
Diskon hanya akan diberikan bagi pemudik yang melakukan perjalanan mudik pada tanggal 3 - 5 Maret, dan pada arus balik pada 17 - 19 Maret 2024, dengan potongan sebesar 20 persen. Tentu saja pilihan menggunakan kesempatan diskon itu sangat menguntungkan bagi pemudik, karena saat ini tarif tol lebih mahal daripada biaya BBM untuk kendaraannya.
2. Memperhatikan Kondisi Kesehatan Pribadi dan Kendaraan
Hal berikutnya yang perlu diperhatikan oleh pemudik via jalan tol ini adalah memperhatikan kondisi kesehatan, baik manusianya dan kendaraanya. Perlu diketahui, kecelakaan di jalan tol sering terjadi dan mengakibatkan kefatalan bagi diri sendiri dan keluarga.
Dalam catatan Jasa Marga, lebih dari 70 persen kecelakaan di jalan tol adalah faktor manusia (human factor), misalnya mengantuk (micro sleep). Sementara itu, aspek keandalan kendaraan yang digunakan, terutama ban pecah. Oleh karena itu, harus dipastikan kondisi sopir sehat dan cukup istirahat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
