Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Maret 2024 | 14.10 WIB

Berasal Dari Banjar, Bubur Samin Menjadi Hidangan Takjil Khas di Kampung Jayengan Solo, Jawa Tengah

Berasal Dari Banjar, Bubur Samin Menjadi Hidangan Buka Puasa Khas Masyarakat  di Kampung Jayengan, Kota Solo, Jawa Tengah./ Nabil A - Image

Berasal Dari Banjar, Bubur Samin Menjadi Hidangan Buka Puasa Khas Masyarakat di Kampung Jayengan, Kota Solo, Jawa Tengah./ Nabil A

JawaPos.com – Solo pada zaman dahulu dikenal sebagai kota perdagangan yang banyak didatangi berbagai etnis di Nusantara.

Maka tidak heran bila salah satu etnis di Kalimantan Selatan, yaitu etnis Banjar, banyak yang berdagang di Solo.

Dilansir dari surakarta.go.id, sekitar tahun 1907 banyak saudagar dan perajin batu mulia serta pendatang dari Martapura yang merantau ke Kota Solo.

Etnis Banjar banyak tinggal di Martapura, Kabupaten Banjar. Sebagian besar dari mereka adalah pedagang berlian, emas dan intan.

Etnis Banjar yang ada di Solo banyak tinggal di kawasan Kampung Jayengan Kidul, Kecamatan Serengan. Para perantau itu kemudian mendirikan langgar atau musala di Jayengan dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu.

Pada 1930-an, langgar kemudian dibangun menjadi sebuah masjid dengan bangunan yang lebih permanen. Masjid ini kemudian dikenal dengan nama Masjid Darussalam seperti saat ini.

Sejak dulu, selain digunakan sebagai tempat ibadah dan menjalankan aktivitas keagamaan, Masjid Darussalam juga digunakan sebagai tempat pertemuan para saudagar di Kota Solo.

Ketika mereka berkumpul dan bersilaturahmi, terutama saat Bulan Ramadan, bubur samin ini selalu dihidangkan sebagai takjil untuk kudapan berbuka puasa.

Berawal dari sebuah kebiasaan, pembagian takjil bubur samin ini kemudian berubah menjadi tradisi yang terus dilestarikan sejak sekitar tahun 1960-an hingga sekarang.

Pembagian bubur samin di Masjid Darussalam telah menjadi tradisi bagi warga sekitar saat bulan puasa.

Dan akhirnya bubur samin menjadi hidangan buka puasa khas masyarakat di kampung Jayengan, Kota Solo, Jawa Tengah.

Bubur ini memiliki cita rasa gurih, bubur samin dibuat dari bahan baku beras, daging sapi, susu, rempah, dan santan. Kemudian ditambahkan dengan minyak samin yang membuat warnanya menjadi kekuningan.

Yang membuat bubur ini berbeda adalah aroma rempahnya yang kuat. Bubur ini memang menggunakan berbagai jenis rempah, mulai dari bawang merah, bawang putih, kayu manis, kapulaga, jahe, lengkuas dan minyak samin.

Pembagian bubur ini dilakukan setiap hari selama Bulan Ramadan dan dapat dinikmati secara gratis sebagai hidangan merakyat dengan cita rasa yang otentik.

Penasaran dengan rasa bubur samin, segera merapat ke Masjid Darussalam dan rasakan nikmatnya makanan khas Banjar yang ada di Kota Solo.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore