
NUMPANG ISTIRAHAT: Masjid Dr H Moeldoko, salah satu lokasi yang sering dijadikan tempat beristirahat pengendara yang melintas di jalur ateri Jombang-Kertosono atau exit toll Kertosono (5/3).
Cukup melapor ke pengelola atau petugas keamanan, bisa bermalam di ruang musafir Masjid Dr H Moeldoko dengan membayar seikhlasnya. Paling ramai biasanya H-7 sampai H+7 Lebaran.
AHMAD REZATRIYA BELANI, Jombang
---
LOKASI persisnya memang berada di jalur arteri Jombang–Kertosono, Jawa Timur. Tapi, berhadapan langsung dengan exit toll Kertosono. Ini yang membuat masjid yang dibangun mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko tersebut bisa dibilang strategis.
Dengan berada di jalur mudik, Masjid Dr H Moeldoko yang berdiri di Desa Kayen, Bandarkedungmulyo, Jombang, pun selalu ramai saat menjelang Lebaran. ”Di sini paling ramai antara H-7 Lebaran sampai H+7 Lebaran,” ujar pengelola Masjid Dr H Moeldoko Titik Karyani.
Setiap menjelang hari raya, banyak pemudik, khususnya yang hendak bepergian jauh, memilih bermalam di masjid tersebut. Menurut perempuan 52 tahun itu, pihak pengelola juga menyediakan tempat jika ada yang hendak menginap. ”Kami punya ruang musafir di masjid ini,” ungkapnya.
Ruangannya berada di sisi selatan masjid. Di dalam ruang musafir, terdapat tiga kamar tidur dan satu kamar mandi. Satu kamar tidur bisa diisi maksimal tiga orang. Namun, ada juga yang muat untuk lima orang. ”Fasilitas di dalam lengkap. Ada kasur, bantal. Kami juga sediakan kipas angin di ruang tengahnya dan tiap kamar,” jelasnya.
Ruang musafir ini sudah ada setahun selepas masjid ini diresmikan pada 2016. ”Ini balik lagi karena banyak musafir, orang ziarah, terus butuh tempat menginap, jadi kami buatkan ini,” katanya.
Yang hendak menginap bisa melapor ke petugas keamanan atau pengelola yang ada. ”Kalau bayar, ya seikhlasnya saja buat bantu kebersihan,” tuturnya.
Selain itu, ruang musafir disiapkan agar jemaah atau masyarakat yang datang tidak tidur di tempat ibadah dan mengganggu ketika ada jadwal salat. ”Kalau banyak jemaah, kami biasanya buka di gedung serbaguna di belakang itu luas, bisa puluhan orang, tapi ya seadanya cuma beralas tikar,” terangnya.
Di masjid yang bisa memuat lebih dari seribu jemaah itu, terdapat pula puluhan kamar mandi. Ada 10 kamar mandi, masing-masing untuk pria dan wanita.
Untuk parkir, Titik menyebut bisa memuat puluhan kendaraan pribadi dan dua unit bus. ”Tapi, kadang kalau ramai, ya di pinggir jalan begitu parkirnya dengan pengawasan tenaga keamanan kami,” ungkapnya.
Dalam semarak Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri, pihak pengelola juga membuat bazar yang berisi UMKM dari warga sekitar. ”Selain itu, di masjid ada takjil gratis. Jadi, pemudik yang beristirahat bisa berbuka di sini sekalian,” tandasnya. (*/c14/ttg)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
