Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Maret 2024 | 18.20 WIB

Keluar Tol Kertosono, Pemudik Lebaran 2024 Mampir di Masjid Dr H Moeldoko, Ada Ruang Musafir untuk Yang Hendak Bermalam

NUMPANG ISTIRAHAT: Masjid Dr H Moeldoko, salah satu lokasi yang sering dijadikan tempat beristirahat pengendara yang melintas di jalur ateri Jombang-Kertosono atau exit toll Kertosono (5/3). - Image

NUMPANG ISTIRAHAT: Masjid Dr H Moeldoko, salah satu lokasi yang sering dijadikan tempat beristirahat pengendara yang melintas di jalur ateri Jombang-Kertosono atau exit toll Kertosono (5/3).

Cukup melapor ke pengelola atau petugas keamanan, bisa bermalam di ruang musafir Masjid Dr H Moeldoko dengan membayar seikhlasnya. Paling ramai biasanya H-7 sampai H+7 Lebaran.

AHMAD REZATRIYA BELANI, Jombang

---

LOKASI persisnya memang berada di jalur arteri Jombang–Kertosono, Jawa Timur. Tapi, berhadapan langsung dengan exit toll Kertosono. Ini yang membuat masjid yang dibangun mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko tersebut bisa dibilang strategis.

Dengan berada di jalur mudik, Masjid Dr H Moeldoko yang berdiri di Desa Kayen, Bandarkedungmulyo, Jombang, pun selalu ramai saat menjelang Lebaran. ”Di sini paling ramai antara H-7 Lebaran sampai H+7 Lebaran,” ujar pengelola Masjid Dr H Moeldoko Titik Karyani.

Setiap menjelang hari raya, banyak pemudik, khususnya yang hendak bepergian jauh, memilih bermalam di masjid tersebut. Menurut perempuan 52 tahun itu, pihak pengelola juga menyediakan tempat jika ada yang hendak menginap. ”Kami punya ruang musafir di masjid ini,” ungkapnya.

Ruangannya berada di sisi selatan masjid. Di dalam ruang musafir, terdapat tiga kamar tidur dan satu kamar mandi. Satu kamar tidur bisa diisi maksimal tiga orang. Namun, ada juga yang muat untuk lima orang. ”Fasilitas di dalam lengkap. Ada kasur, bantal. Kami juga sediakan kipas angin di ruang tengahnya dan tiap kamar,” jelasnya.

Ruang musafir ini sudah ada setahun selepas masjid ini diresmikan pada 2016. ”Ini balik lagi karena banyak musafir, orang ziarah, terus butuh tempat menginap, jadi kami buatkan ini,” katanya.

Yang hendak menginap bisa melapor ke petugas keamanan atau pengelola yang ada. ”Kalau bayar, ya seikhlasnya saja buat bantu kebersihan,” tuturnya.

Selain itu, ruang musafir disiapkan agar jemaah atau masyarakat yang datang tidak tidur di tempat ibadah dan mengganggu ketika ada jadwal salat. ”Kalau banyak jemaah, kami biasanya buka di gedung serbaguna di belakang itu luas, bisa puluhan orang, tapi ya seadanya cuma beralas tikar,” terangnya.

Di masjid yang bisa memuat lebih dari seribu jemaah itu, terdapat pula puluhan kamar mandi. Ada 10 kamar mandi, masing-masing untuk pria dan wanita.

Untuk parkir, Titik menyebut bisa memuat puluhan kendaraan pribadi dan dua unit bus. ”Tapi, kadang kalau ramai, ya di pinggir jalan begitu parkirnya dengan pengawasan tenaga keamanan kami,” ungkapnya.

Dalam semarak Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri, pihak pengelola juga membuat bazar yang berisi UMKM dari warga sekitar. ”Selain itu, di masjid ada takjil gratis. Jadi, pemudik yang beristirahat bisa berbuka di sini sekalian,” tandasnya. (*/c14/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore