Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Maret 2024 | 22.57 WIB

Amalan Sunah Di Bulan Suci Ramadhan

 

Ilustrasi: Mengaji

 
JawaPos.com - Ramadhan merupakan bulan suci yang di nanti-nanti bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Setiap umat Islam berlomba-lomba untuk melakukan amal kebaikan di bulan yang mulia ini. Ramadan disebut sebagai bulan yang Mulia dan  Suci karena terdapat banyak kemuliaan di dalamnya, salah satunya yaitu seluruh amal ibadah yang dilakukan akan diberi pahala yang berlipat ganda.
 
Kewajiban berpuasa selama satu bulan penuh dilaksanakan oleh seluruh umat Islam di bulan Suci Ramadhan. Banyak kemuliaan yang didapatkan dengan berpuasa, tetapi tidak semua orang yang berpuasa akan mendapatkan kemuliaan yang disebut dengan takwa. Dalam berpuasa, hanya orang-orang serius dan bersungguh-sungguh yang akan mendapatkan peningkatan takwa. Seperti ada dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 : 
 
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
 
Artinya : "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa guna mendidik jiwa, mengendalikan syahwat, dan menyadarkan bahwa manusia memiliki kelebihan dibandingkan hewan, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu dari umat para Nabi terdahulu agar kamu bertakwa dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT."
 
Maka dari itu, penting bagi kita semua untuk tidak menyia-nyiakan atau meremehkan, momentum Bulan Suci Ramadhan. Karena kesempatan bagi kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan memperbanyak berbuat kebaikan dan juga memperbanyak amalan-amalan di Bulan Suci Ramadhan sebagai bekal kita nanti menuju Akhirat kelak. Terdapat beberapa amalan Sunnah yang dapat kita lakukan seperti yang telah di contohkan oleh Rasullulah SAW.
 
1. Meningkatkan Ibadah kepada Allah SWT atau Sholat.
 
Meningkatkan Sholat berarti yang awalnya hanya sekadar mengerjakan yang Fardhu (Wajib) maka kini ditambah dengan yang Sunnah. Sholat Sunnah merupakan Sholat yang dapat dikerjakan di luar Sholat Fardhu. Salah satunya adalah Sholat Sunnah Rawatib, yaitu Sholat yang melekat dengan Sholat Fardu yang dapat dilakukan sebelum maupun setelah Sholat Fardu.
 
Sholat Sunnah Rawatib terdiri dari dua belas rakaat, di antaranya : 
• dua rakaat sebelum Sholat Subuh,
• empat rakaat sebelum Sholat Dzuhur, 
• dua rakaat setelah Sholat Dzuhur,
• dua rakaat setelah Sholat Maghrib,
• dua rakaat setelah Sholat Isya'. Khusus untuk Sholat Sunnah Rawatib sebelum Dzuhur, diperbolehkan dua rakaat saja jika waktunya terbatas. 
 
Apabila dua belas rakaat dari ibadah Sholat Sunnah Rawatib ini konsisten dikerjakan, maka akan dibangunkan baginya satu rumah di Syurga. Dari Ummu Habibah, istri Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ
Artinya: “Barang siapa yang mengerjakan Sholat Sunnah dalam sehari-semalam sebanyak 12 rakaat, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di Syurga.” (HR. Muslim, no. 728).
 
Selain Sholat Sunnah Rawatib, terdapat Sholat Sunnah Rawatib Ghairu Muakkad yaitu Sholat Sunnah yang tidak dikuatkan hukum pengerjaannya untuk dilaksanakan. Sholat Sunnah Rawatib Ghairu Muakkad juga terdiri dari dua belas rakaat, diantaranya : 
 
• Dua rakaat sebelum Sholat Dzuhur, bagi yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, dua rakaat pertama menjadi sunnah Muakkad dan dua rakaat setelahnya adalah Ghairu Muakkad.
• Dua rakaat sesudah Sholat Dzuhur. Bagi yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, dua rakaat pertama hukumnya menjadi sunnah Muakkad. Kemudian dua rakaat berikutnya berhukum Ghairu Muakkad.
• Empat rakaat sebelum Sholat Ashar
• Dua rakaat sebelum Sholat Maghrib
• Dua rakaat sebelum Sholat Isya'
 
Dan juga, terdapat pula Sholat di antara Adzan dan Iqamah, Sholat Tahiyatul Masjid, Sholat Dhuha yang terbagi menjadi awal Dhuha (satu jam setengah setelah Sholat Subuh disebut juga dengan Syuruk dan dilaksanakan sebanyak dua rakaat), pertengahan Dhuha (sekitar jam delapan sampai sepuluh pagi dan jumlahnya dua sampai empat rakaat), dan akhir Dhuha (sekitar jam sepuluh sampai sebelas dan jumlahnya dua, empat, sampai delapan rakaat). Lalu di malam hari terdapat Sholat Tahajjud, Sholat Tarawih dan Sholat Witir.
 
2. Banyak Membaca Kitab Suci Al-Qur'an 
 
Banyak membaca kitab Suci Al-Quran merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. karena memberikan manfaat yang sangat banyak baik untuk kita di dunia maupun di Akhirat kelak. Selain itu, banyak membaca kitab Suci Al-Qur’an merupakan salah satu amalan yang sangat penting di bulan Suci Ramadhan. 
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan dalam membaca kitab Suci Al-Qur’an : 
 
• Banyak membaca kitab Suci Al-Qur’an (Qiraah). Di bulan Suci Ramadhan, target yang harus Khatam tiga puluh Juz. Dengan menerapkan sistem target mengkhatamkan kitab Suci Al-Quran sekali selama bulan Ramadhan berarti sehari satu Juz.
Lalu satu Juz dibagi dalam lima waktu sholat, kemudian dibagi lagi menjadi sebelum dan setelah Sholat. Jika strategi ini konsisten dilakukan maka di akhir bulan Suci Ramadhan Insyaallah dapat mengkhatamkan tiga puluh Juz kitab Suci Al-Qur’an.
 
• Tilawah, mengkaji kitab Suci Al-Qur’an. Banyak pahala yang didapatkan saat bertilawah. Selama bertilawah, Rahmat Allah SWT. dibentangkan sehingga saat berdoa akan cepat dikabulkan dan ketika beristigfar akan diampuni. Selain itu, orang yang bertilawah akan diberikan ketenangan dalam jiwa.
 
3. Memperbanyak Amalan Infaq dan Sedekah 
 
Memperbanyak Infaq dan Sedekah di bulan Suci Ramadhan karena bertepatan dengan waktu yang mulia sehingga setiap amalan akan dilipat gandakan pahalanya yaitu berupa 700 kali lipat, dikali sepuluh. Selain itu, Infaq dan Bersedekah dapat membantu banyak orang yang lagi membutuhkan. 
 
hadis Ibnu Abbas r.a. disebutkan:
 
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآن
 
Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang paling Dermawan, dan beliau bertambah kedermawanannya di bulan Suci Ramadhan ketika bertemu dengan malaikat Jibril, dan Jibril menemui beliau di setiap malam bulan Suci Ramadhan untuk Mudarosah (mempelajari) kitab Suci Al-Qur’an” (HR. Al-Bukhari).
 
 
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang sangat luar biasa sifat Dermawannya dan bertambah Dermawan lagi ketika tiba bulan Suci Ramadhan. Maka dari itu, tingkatkanlah rasa kedermawanan kita, berikanlah Infaq maupun Sedekah sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Memberi itu tidak harus dengan uang tetapi dapat pula memberi dengan makanan sebagaimana Sabda Rasulullah SAW. 
 
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
 
Artinya: “Siapa yang memberi makan untuk orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” 
(HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini Sahih).
 
Maka dari itu, kita jalankan Ibadah  puasa di bulan Suci Ramadhan dengan konsisten dan bersungguh-sungguh agar dapat meraih ketakwaan kepada Allah SWT. dan dapat memperbaiki diri menjadi seseorang yang lebih baik lagi.
 
 

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore