Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 April 2023 | 15.51 WIB

Killing Time, Apa sih Hukum Bermain Game saat Berpuasa?

Ilustrasi: Penggunaan aplikasi Google Maps. (TheTechNews)

 

 
JawaPos.com - Bermain game pada bulan Ramadan tentu sangat menyenangkan karena bisa mengisi waktu atau killing time yang akan membuat waktu berbuka puasa jadi terasa lebih cepat. 
 
Hukum dasar bermain game memang boleh. Tapi ada kalanya ia berubah menjadi makruh atau bahkan haram.
 
Berikut penjelasan Ahmad Fatoni, Lc., M.Ag, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.
 
Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Tak heran bila kaum muslim tidak ingin menyia-nyiakan kehadirannya.
 
Berbagai rangkaian ibadah dilakukan dengan memperbanyak shalat-shalat sunnah, mengkaji Al-Quran, bersedekah dan lain sebagainya. Namun tak sedikit pula sebagian orang yang mengisi hari-hari Ramadan dengan bermain game dengan alasan menunggu waktu berbuka.  
 
Bermain game memang menyenangkan. Namun, bermain game bisa membuat kita lupa waktu-waktu produktif dan membuat hari terasa begitu cepat. Hal ini tentu perkara yang sia-sia atau dosa karena akan membuat seseorang terlena dalam permainan game yang mengasyikkan hingga kemudian sengaja menunda waktu shalat, misalnya.
 
Bermain game di bulan Ramadan senyatanya bukan perkara yang diharamkan. Hanya saja, alangkah meruginya seseorang jika menghabiskan sebagian besar waktu untuk bermain game. Terlebih jika game yang dimainkan berpotensi merusak pahala puasa atau malah menjurus ke pembatalan puasa. 
 
Kendati hukum dasar main game adalah mubah atau tidak membatalkan puasa, namun dalam kondisi tertentu, permainan game bisa berubah menjadi haram atau setidaknya makruh jika mengandung unsur kekerasan atau romantisme seksual.
 
Game yang mengandung konten dewasa, jelas tidak boleh dimainkan kapan pun, terlebih di saat bulan puasa. Game semacam ini biasanya mengandung unsur seksualitas yang dapat mengurangi kesempurnaan atau bahkan menjurus pada pembatalan puasa apabila pelakunya tidak kuasa menahan birahinya.
 
Maka, memainkan game dewasa yang berpotensi merusak pahala sebaiknya ditinggalkan ketika menjalankan ibadah puasa. Bukan berarti setelah berbuka puasa atau di luar bulan Ramadan, seseorang boleh memainkan game dewasa.
 
Selain game yang berisikan konten dewasa, belakangan game-game bernuannsa kekerasan begitu marak. Ketika sudah dihadapkan pada situasi seperti ini, tidak menutup kemungkinan emosi penggila game kekerasan akan mudah terpancing hingga bersikap emosional kepada orang-orang di sekitarnya. Perbuatan marah-marah secara emosional tentu dapat mengurangi pahala puasa.
 
Mengingat Ramadan merupakan bulan suci, kita bisa mengisinya dengan aneka kegiatan yang positif, bukan justru menyia-nyiakannya dengan amalan yang kurang berfaedah atau perbuatan sia-sia. Toh bila ingin bermain game bisa sekadarnya saja andai itu dirasa perlu untuk menghibur diri. Pastinya, jangan sampai berlebih-lebihhan bermain game hingga lupa waktu dan meninggalkan kewajiban.
 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore