
RAPI: Salat asar di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Kamis (10/3). MUI mengizinkan untuk merapatkan saf saat salat berjamaah dengan tetap menggunakan masker. (Frizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Melaksanakan kawajiban salat 5 waktu terasa ringan bagi orang-orang yang mendapatkan petunjuk di jalan kebaikan. Namun ibadah yang langsung diterima Rasullullah dari Allah dalam peristiwa monumental Isra mi'raj itu, bagi sebagian lainnya terasa sangat berat.
Saking beratnya konsisten melaksanakan ibadah salat 5 waktu, ada yang merasa lebih mudah menunaikan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh dibanding melaksanakan ibadah salat. Bagaimana hukumnya orang yang rajin melaksanakan ibadah puasa Ramadan namun salat 5 waktu bolong-bolong?
Terkait pertanyaan tersebut, Ahmad Fatoni, Lc., M.Ag yang merupakan Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang memberikan penjelasan. Berikut ulasannya
Bagi seorang muslim, salat dan puasa Ramadan merupakan ibadah yang wajib dikerjakan. Kedua perintah ini termasuk dalam rukun Islam yang lima. Salat wajib dikerjakan 5 kali dalam sehari semalam, sedangkan pelaksanaan puasa Ramadan hanya 30 hari selama bulan Ramadan.
Lantas bagaimana hukum puasa bagi seorang mukmin yang tidak melaksanan salat? Dalam hal ini ulama membaginya menjadi dua kriteria hukum yang dikenakan bagi orang tersebut.
Hukum yang pertama, jika seseorang meninggalkan salat saat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan alasan bahwa salat merupakan hal yang tidak wajib dikerjakan, maka dia bisa dianggap murtad (keluar dari agama Islam) dan puasanya otomatis batal. Ibadah apapun dalam Islam mensyaratkan pelakunya adalah seorang muslim. Mengingat salat adalah penentu status keislaman seseorang, maka orang yang sengaja tidak mengerjakan salat karena diakuinya bukan perkara wajib, puasanya dianggap tidak sah.
Hukum yang kedua, jika orang yang meninggalkan salat saat berpuasa dikarenakan kelalaian atau malas, maka orang tersebut tetap muslim dan tidak membatalkan ibadah puasanya. Tentu saja, perbuatannya itu dapat merusak pahala ibadah puasanya. Memang, tidak ada keterkaitan antara rukun puasa dan rukun salat. Puasanya tetap sah, tetapi tidak diterima pahalanya sebab salat adalah kunci segala ibadah. Selain itu, dia juga telah berbuat dosa besar karena meninggalkan salat.
Bagaimana pun, shalat merupakan tiang agama dan puasa merupakan perisai dari kemaksiatan. Kedua-duanya adalah kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap muslim. Siapa yang berpuasa, tetapi meninggalkan salat, bertaubat lah. Sungguh rahmat dan ampunan Allah SWT Maha Luas dan Dia sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
