
Suasana di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Minggu (3/4/2022). Seiring dengan turunya status PPKM Jakarta dan status ekonomi indonesia yang mulai kembali pulih, pasar takjil yang ada setiap bulan Ramadhan tersebut kembali dipadati warga untuk membeli makanan
JawaPos.com - Setiap bulan suci Ramadan, para pedagang musiman yang biasa menjual makanan hidangan berbuka puasa atau disebut takjil. Lapak pedagang takjil yang berada di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), tepatnya di samping Polsek Metro Tanah Abang Polsub Sektor Bendungan Hilir sudah ramai sejak pukul 14.30 WIB.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, para pedagang takjil mulai menjajakan dagangannya sejak siang dan banyak pembeli yang berkunjung untuk mencari hidangan berbuka puasa. Meskipun tempatnya agak sedikit kecil, namun tetap ramai diserbu para pembeli dengan tetap memakai masker yang menjadi salah satu protokol kesehatan Covid-19.
Dagangan yang dijajakan pun bergam, mulai dari gorengan seperti tempe goreng, tahu goreng, risol, otak-otak, kolak, bihun, putu ayu, combro, lontong. Ada juga laik pauk seperti semur, rendang, aneka lauk jadi. Serta minuman segar seperti es buah, es kelapa, hingga asinan tersedia untuk dihidangkan saat berbuka nanti.
Photo
Suasana di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Minggu (3/4/2022). Seiring dengan turunya status PPKM Jakarta dan status ekonomi indonesia yang mulai kembali pulih, pasar takjil yang ada setiap bulan Ramadhan tersebut kembali dipadati warga untuk membeli makanan berbuka puasa. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS
Harganya pun beragam, untuk gorengan dibanderol mulai dari Rp 2.500 per pcs, lauk-pauk atau makanan jadi beragam mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000, dan aneka minuman segar mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000.
Salah satu pedagang musiman takjil di kawasan Benhil, Ahmad mengaku, suasana di tempat jajanan Benhil tidak seramai saat sebelum pandemi Covid-19 hadir di tengah-tengah masyarakat. Namun, dirinya tetap mensyukuri keadaan karena tempat tersebut masih disambangi oleh masyarakat sekitar.
“Nggak seramai dulu. Tapi begini juga sudah Alhamdulilah. Saya dari dulu memang tiap tahun jualan disini. Tempatnya pindah lebih kecil tapi mau gimana lagi. Tapi mudah-mudahan laris banyak yang datang beli,” ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (4/4).
Sementara, salah satu pembeli Anis mengaku, dirinya memang biasa membeli jajanan takjil di tempat ini karena tempat tinggalnya dekat dengan lokasi. Jajanan takjil masih menjadi favorit dirinya dan keluarga untuk menemani berbuka puasa.
“Saya biasa beli juga. Enak enggak terlalu padat. Biasanya ramai banget. Tapi yang Kasian pedagang sih ya,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
