
Kepala Dishub Sumsel, Nelson Firdaus saat menunjukkan lokasi peta yang rawan kecelakaan dan lain sebagainya
JawaPos.com – Pesawat Udara masih menjadi pilihan pemudik meski harga tiketnya mengalami peningkatan. Hal ini terlihat, dari data Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Selatan (Sumsel). Dimana pada tahun 2018, lonjakan penumpang tertinggi tercatat pada jalur udara.
“Jalur udara memang masih menjadi favorit para pemudik, dengan prediksi lonjakan penumpang mencapai 5 persen atau sekitar 293,277 penumpang,” kata Kepala Dishub Sumsel, Nelson Firdaus saat ditemui di Kantor Dishub Sumsel, Jumat (8/6).
Jumlah 293,277 penumpang tersebut, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 278,157 penumpang. Menurutnya, jalur udara lebih diminati sebagai transportasi untuk mudik. Hal itu dikarenakan, waktu yang ditempuh lebih cepat dibandingkan transportasi lainnya.
“Keamanan dan kenyamanannya juga lebih baik dibandingkan transportasi lainnya,” terangnya.
Selain jalur udara, sambung Nelson, peningkatan juga terjadi untuk Kereta Api. Karena memang, saat ini pelayanan di Kereta Api juga meningkat seperti ketepatan waktu berangkat dan sampai tujuan. Hal ini menarik minat masyarakat.
Berdasarkan data 2017, penumpang Kereta Api hanya 61 ribu. Sedangkan di 2018 ini penumpang mencapai 73 ribu. Jumlah tersebut, melebihi tempat duduk yang telah disediakan 68 kursi, artinya terjadi peningkatan sekitar 7 persen.
“Karena itu, untuk mengantisipasi lonjakan ini, PT KAI menambah gerbongnya,” ujarnya.
Peningkatan juga terjadi pada angkutan penyebrangan. Dimana tahun sebelumnya hanya 12 ribu penumpang kini di tahun 2018 bertambah menjadi 13ribu penumpang.
Berbeda halnya dengan angkutan darat seperti bus. Peminat angkutan darat justru menurun dibandingkan tahun lalu dimana sebelumnya mencapai 57 ribu penumpang, kini di tahun 2018 jumlah penumpang menjadi 53 ribu. Artinya menurun sekitar 1,2 persen.
Penurunan juga terjadi di jalur laut untuk angkutan laut. Dimana di tahun 2017 jumlah penumpang sebanyak 26 ribu penumpang, kini ditahun 2018 menjadi 23 ribu penumpang. Artinya menurun sekitar 5 persen.
“Kami kurang tau alasan berkurangnya peminat kedua angkutan ini. Tapi, menurut kami dikarenakan masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi,” tutupnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
