Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Mei 2018 | 00.35 WIB

Semangat Kaum Difabel Netra Gelar Tadarus Saat Ramadan

Anggota Pertuni menggelar ODOJ selama bulan Ramadan. Tadarusan ini dilakukan rutin setiap tahunnya. - Image

Anggota Pertuni menggelar ODOJ selama bulan Ramadan. Tadarusan ini dilakukan rutin setiap tahunnya.

JawaPos.com - Jemari mereka begitu lincah meraba Alquran Braole sambil melantunkan suara yang merdu. Keterbatasan yang mereka miliki tidak menghalangi mereka untuk beribadah di bulan suci Ramadan.


Tadarus yang dilakukan kaum ibu dan bapak kaum difabel netra, Kamis (24/5) ini memang rutin digelar setiap tahun di sekretariat Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumatera Utara, Jalan Sampul, Kota Medan.


Mereka pun terlihat semangat membacakan ayat-ayat suci Alquran, dipandu seorang guru yang juga bekebutuhan khusus. Tadarus Alquran
Sejak pagi para warga berkebutuhan khusus itu sudah datang ke sekretariat.


Tadarus digelar hingga mereka menyelesaikan satu juz penuh. Tadarus yang dilakukan dibagi kedalam berbagai kelompok. Muai dari yang mahir, tingkat belajar, hingga kelompok yang masih membaca Iqra. Masing-masing kelompok dipandu oleh seorang pemandu.


"Di Ramadan kali ini, kita ada program One Day One Juz (ODOJ). Kalau di sini memang selalu ada gurunya. Jadi dipandu mana yang bacaannya benar mana yang salah," kata Ketua DPD Pertuni Sumut, Khairul Batubara, Kamis (24/5).


Para peserta tadarus ini datang dari berbagai penjuru Kota Medan. Bahkan, beberapa orang ada yang berasal dari Kabupaten Deli Serdang.


Selain kegiatan Tadarus, mereka juga menggelar tausiyah menjelang waktu berbuka. "Kami tidak ingin keterbatasan jadi hambatan kami untuk mencari pahala. Orang sehat bisa baca Alquran, kami juga bisa. Karena Alquran itu pedoman umat Islam," katanya.


Selama Ramadan, para anggota pertuni yang datang untuk tadarusan akan difasilitasi ongkos transport. Per harinya, mereka mendapat jatah ongkos Rp 20 ribu per orang. Ongkos itu, didapat dari para donatur mulai dari lembaga hingga perorangan.


Mereka pun berharap, pemerintah lebih peduli lagi terhadap para Pertuni. Selama ini, realisasi Undang Undang No 8 Tahun 2016, tentang pemenuhan hak penyandang disabilitas dianggap belum terealisasi.


"Kepada pemerintah, kami minta lebih peduli lagi kepada kami," pungkasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore