Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 April 2021 | 06.57 WIB

Pesantren di Lebak Pelajari Kitab Gundul Selama Ramadan

Sejumlah pondok pesantren tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, khusus mengkaji kitab gundul selama Ramadan. Antara - Image

Sejumlah pondok pesantren tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, khusus mengkaji kitab gundul selama Ramadan. Antara

JawaPos.com–Sejumlah pondok pesantren (ponpes) salafi atau tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, mempelajari kitab gundul selama bulan suci Ramadan 1442 Hijriah.

”Kami khusus memperdalam kajian kitab gundul Nihayati Az-Zain karya ulama terkemuka di dunia dari Tanara, Banten,” kata Pimpinan Ponpes Nurul Ihsan Kalanganyar Kabupaten Lebak KH Daud Yusuf seperti dilansir dari Antara di Lebak, Rabu (14/4).

Pengajian Kitab Nihayati Az-Zain itu memperdalam kemampuan santri untuk menguasai bidang ilmu fiqih, tasawuf, dan akidah Islam. Kitab Nihayati Az-Zain, dalam kalimat huruf gundul tanpa tanda baca dzoma, fathah, dan kasrah. ”Oleh karena itu, santri mencoret menggunakan pena hitam untuk mengartikan kalimat secara bahasa atau luhgoh,” ujar KH Daud Yusuf.

Di samping itu, lanjut dia, santri mendengarkan pembahasan Kitab Nihayati Az-Zain yang disampaikan kiai atau ustaz untuk memaknai kalimat tersebut. Penyampaian pengkajian kitab itu menggunakan bahasa Jawa, seperti kalimat lan artinya dan juga kalimat kalawan artinya dengan.

”Kami setiap Ramadan khusus memperdalam kajian kitab gundul karya ulama asal Tanara, Banten yakni An Nawawi Al-Jawi yang wafat pada 1317 H,” jelas KH Daud Yusuf.

Dia mengatakan, kitab Nihayati Az-Zain itu bermazhab Asy-Syafi’i cukup dikenal kaum Muslimin di Indonesia. Pengkajian kitab gundul di ponpes itu dihadiri sebanyak 35 santri juga ada dari Lampung.

”Kami berharap melalui pengkajian kitab itu dapat meningkatkan kompetensi santri dalam mengembangkan ilmu-ilmu fiqih, tasawuf, hingga akidah,” tutur KH Daud Yusuf.

Menurut dia, para santri yang mengikuti pengkajian Kitab Nihayati Az-Zain sudah mampu membaca kitab gundul secara etimologi bahasa dan harkat dengan benar sesuai ilmu nahwu dan shorof. Selain itu juga mampu menafsirkan dan menerjemahkan makna dalam kajian kitab gundul menggunakan bahasa Jawa, Sunda, dan Indonesia. Sebab, kajian kitab kuning untuk memperdalam kajian ilmu ibadah dan hukum Islam (fiqih).

”Kami memperdalam kajian kitab Nihayati Az-Zain setelah salat subuh dan duhur,” ujar KH Daud Yusuf.

Pimpinan Ponpes Nurul Masani Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak KH Hasan Basri menambahkan, santrinya kebanyakan warga Lebak. Selama Ramadan mereka menelaah kitab gundul agar mampu membaca dengan benar juga memaknai secara harfiah. Selain itu, pengkajian kitab tersebut dengan diskusi agar santri memiliki kompetensi pengetahuan agama Islam.

Menurut KH Hasan Basri, pengkajian kitab kuning, antara lain ilmu fikih, akidah, tasawuf, ibadah, muamalah, dan tafsir Alquran. Seperti Kitab Fathul Muin, tasawuf Kitab Nasuhaibad, tafsir Al Wuran Kitab Jalalain, dan ilmu kalimat bahasa Arab Kitab Alfiyah dan Nahwu.

”Kami secara khusus selama Ramadan mengkaji kitab gundul itu,” terang KH Hasan Basri.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/U-xKBI3eTT0

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore