
Sejumlah pondok pesantren tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, khusus mengkaji kitab gundul selama Ramadan. Antara
JawaPos.com–Sejumlah pondok pesantren (ponpes) salafi atau tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, mempelajari kitab gundul selama bulan suci Ramadan 1442 Hijriah.
”Kami khusus memperdalam kajian kitab gundul Nihayati Az-Zain karya ulama terkemuka di dunia dari Tanara, Banten,” kata Pimpinan Ponpes Nurul Ihsan Kalanganyar Kabupaten Lebak KH Daud Yusuf seperti dilansir dari Antara di Lebak, Rabu (14/4).
Pengajian Kitab Nihayati Az-Zain itu memperdalam kemampuan santri untuk menguasai bidang ilmu fiqih, tasawuf, dan akidah Islam. Kitab Nihayati Az-Zain, dalam kalimat huruf gundul tanpa tanda baca dzoma, fathah, dan kasrah. ”Oleh karena itu, santri mencoret menggunakan pena hitam untuk mengartikan kalimat secara bahasa atau luhgoh,” ujar KH Daud Yusuf.
Di samping itu, lanjut dia, santri mendengarkan pembahasan Kitab Nihayati Az-Zain yang disampaikan kiai atau ustaz untuk memaknai kalimat tersebut. Penyampaian pengkajian kitab itu menggunakan bahasa Jawa, seperti kalimat lan artinya dan juga kalimat kalawan artinya dengan.
”Kami setiap Ramadan khusus memperdalam kajian kitab gundul karya ulama asal Tanara, Banten yakni An Nawawi Al-Jawi yang wafat pada 1317 H,” jelas KH Daud Yusuf.
Dia mengatakan, kitab Nihayati Az-Zain itu bermazhab Asy-Syafi’i cukup dikenal kaum Muslimin di Indonesia. Pengkajian kitab gundul di ponpes itu dihadiri sebanyak 35 santri juga ada dari Lampung.
”Kami berharap melalui pengkajian kitab itu dapat meningkatkan kompetensi santri dalam mengembangkan ilmu-ilmu fiqih, tasawuf, hingga akidah,” tutur KH Daud Yusuf.
Menurut dia, para santri yang mengikuti pengkajian Kitab Nihayati Az-Zain sudah mampu membaca kitab gundul secara etimologi bahasa dan harkat dengan benar sesuai ilmu nahwu dan shorof. Selain itu juga mampu menafsirkan dan menerjemahkan makna dalam kajian kitab gundul menggunakan bahasa Jawa, Sunda, dan Indonesia. Sebab, kajian kitab kuning untuk memperdalam kajian ilmu ibadah dan hukum Islam (fiqih).
”Kami memperdalam kajian kitab Nihayati Az-Zain setelah salat subuh dan duhur,” ujar KH Daud Yusuf.
Pimpinan Ponpes Nurul Masani Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak KH Hasan Basri menambahkan, santrinya kebanyakan warga Lebak. Selama Ramadan mereka menelaah kitab gundul agar mampu membaca dengan benar juga memaknai secara harfiah. Selain itu, pengkajian kitab tersebut dengan diskusi agar santri memiliki kompetensi pengetahuan agama Islam.
Menurut KH Hasan Basri, pengkajian kitab kuning, antara lain ilmu fikih, akidah, tasawuf, ibadah, muamalah, dan tafsir Alquran. Seperti Kitab Fathul Muin, tasawuf Kitab Nasuhaibad, tafsir Al Wuran Kitab Jalalain, dan ilmu kalimat bahasa Arab Kitab Alfiyah dan Nahwu.
”Kami secara khusus selama Ramadan mengkaji kitab gundul itu,” terang KH Hasan Basri.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/U-xKBI3eTT0

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
