
Seorang Andikpas melakukan silaturahmi via online dengan sanak keluarga di ruaang Lapas Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IA, Kota Tangerang, Senin (25/5/2020). Lapas Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IA terapkan kunjungan online via video call. Keluarg
JawaPos.com - Perayaan Hari Raya Lebaran 1442 H kali ini berbeda dengan biasanya. Pasalnya, dunia sekarang ini tengah dilanda pandemi global Covid-19 yang membuat seluruh masyarakat wajib untuk menjaga jarak.
Kebiasaan kumpul-kumpul bersama keluarga pun menjadi momen yang tidak bisa dilakukan sekarang ini, seperti yang dialami oleh Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji.
Selama ini, rutinitas di hari Lebaran adalah mudik untuk bertemu keluarga serta teman-teman. Namun, karena adanya larangan mudik dari pemerintah, dia pun tidak melakukannya.
"Biasanya saya mudik dan bersilaturahim dengan keluarga. Dan juga biasanya juga ada reuni dengan kawan-kawan dulu di sekolah," jelas dia kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.
Ia mengaku sangat merindukan kegiatan tersebut. Akan tetapi karena pandemi, aktivitas seperti bertemu orang banyak yang membuat kerumunan, kali ini masih tidak bisa dilaksanakan. Meskipun begitu, rasa rindu kini bisa disiasati dengan bertemu via daring.
"Kini suasana itu bisa kita lakukan dengan online, misalnya video call atau bareng-bareng video comference. Yang paling rindu dan tidak bisa dilakukan di masa pandemi adalah mendatangi dan sowan ke guru-guru dan para kiai. Ini rutin biasa kita (keluarga) lakukan," ujarnya.
Di keluarganya, menu wajib ketika merayakan lebaran adalah opor ayam dan sate kambing. Bahkan, ia mengaku menu ini sudah ada dari jaman kakek-neneknya terdahulu. "Ini tradisi sudah temurun dari nenek moyang," kata dia.
Di tengah keterbatasan ini, dirinya pun tetap mengucapkan rasa syukur dapat merayakan hari kemenangan secara utuh bersama keluarganya. "Saya bersyujur karena diberikan nikmat kesehatan meski Indonesia masih dilanda pandemi," tambahnya.
Ubaid pun turut mengingatkan kepada khalayak luas untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di suasana lebaran dan seterusnya. Demi menurunkan rantai Covid-19, aturan ini harus ditegakkan.
"Patuh prokes harus didahulukan dan tetap dijalankan dalam situasi apapun. Jangan sampai larut dalam euforia lebaran, tapi lupa dengan patuh prokes yang juga merupakan perintah agama untuk mencegah bahaya atau kemudhorotan (kerugian)," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
