Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Maret 2026 | 21.09 WIB

Arus Mudik Lebaran 2026, Rekayasa Lalin Disiapkan Polri, One Way hingga Delaying System

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat saat memimpin rapat koordinasi lintas terkait kesiapan operasi ketupatan di Gedung PTIK. (Mabes Polri)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan Polri telah menyiapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang berpotensi memicu kemacetan di sejumlah titik rawan.

Menurut Sigit, rekayasa lalu lintas masih menjadi strategi paling efektif berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Pola tersebut dinilai mampu mengurai kepadatan kendaraan saat mobilitas masyarakat meningkat signifikan menjelang dan setelah Idul Fitri.

“Kemudian tentunya strategi rekayasa lalu lintas juga akan terus kita lakukan berdasarkan pengalaman yang ada,” kata Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas terkait kesiapan operasi ketupatan di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3).

Ia menegaskan bahwa pola pengaturan arus akan diterapkan secara situasional. Keputusan akan disesuaikan dengan kondisi volume kendaraan di lapangan.

Beberapa skema yang disiapkan antara lain sistem one way dan contraflow di ruas tol tertentu. Selain itu, pengaturan rest area juga menjadi perhatian agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di lokasi peristirahatan.

Pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga juga akan diberlakukan pada periode tertentu. Kebijakan ini bertujuan mengurangi beban kepadatan lalu lintas di jalur utama mudik.

“Pemberian imbauan dan peniadaan tilang, delaying system di wilayah penyeberangan, dan pengalihan arus tentunya menjadi rekayasa-rekayasa yang akan kita lakukan,” ujar Sigit.

Strategi delaying system akan difokuskan di titik penyeberangan yang kerap mengalami antrean panjang. Pengalihan arus juga disiapkan sebagai opsi jika terjadi lonjakan kendaraan di luar prediksi.

Selain aspek kelancaran lalu lintas, Kapolri juga menyoroti dampak ekonomi dari arus mudik. Pada pelaksanaan mudik tahun lalu, tercatat perputaran uang dari pusat ke daerah mencapai sekitar Rp137 triliun.

Nilai tersebut menunjukkan besarnya dampak ekonomi dari tradisi tahunan tersebut. Aktivitas mudik dinilai mendorong konsumsi masyarakat dan menggerakkan sektor usaha di daerah.

“Tentunya kita harapkan pengamanan operasi ketupat Tahun 2026 ini juga bisa berhasil dengan maksimal, sehingga multiplier effect bagi perekonomian di daerah tentunya juga akan berdampak signifikan,’” tutup Sigit.

Polri berharap Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan optimal dari sisi pengamanan maupun kelancaran arus. Keberhasilan pengaturan lalu lintas diharapkan tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore