Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Februari 2026 | 16.01 WIB

Awal Ramadhan Haid, Masih Bolehkah Niat Puasa Satu Bulan? Berikut Niatnya

Ilustrasi puasa Ramadhan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh yang jarang diketahui (freepik)

JawaPos.com - Niat puasa tidak boleh ditinggalkan saat akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Tanpa niat, ibadah puasa yang dilakukan menjadi tidak bernilai karena dinyatakan tidak sah.

Ulama dari empat mazhab tidak ada perselisihan tentang keharusan melakukan niat untuk pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Hanya saja, ada perbedaan terkait teknis pelaksanaannya.

Menurut mazhab Syari'i, Hanbali, dan Hanafi, niat puasa Ramadhan harus dilaksanakan setiap malam untuk pelaksanaan ibadah puasa keesokan harinya. Sedangkan bagi mazhab Maliki, niat puasa Ramadhan boleh dilakukan satu kali saja pada awal Ramadhan tanpa harus melakukan niat setiap malam.

Di Indonesia, banyak ulama menganjurkan untuk melakukan niat satu bulan pada hari pertama puasa Ramadhan dengan mengikuti pendapat Imam Malik. Niat satu bulan ini tujuannya adalah untuk berjaga-jaga jika ada hari dimana kita lupa melakukan niat puasa.

Pertanyaannya kemudian, jika pada hari pertama puasa Ramadhan sedang datang bulan atau haid tidak bisa berpuasa, apakah masih boleh melakukan niat satu bulan saat akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan usai bersuci?

Dilansir dari NU Online, seseorang yang baru bisa berpuasa pada hari kedua atau setelahnya, tetap diperbolehkan melakukan niat puasa sebulan menurut ulama dari madzhab Maliki.

Karena bagi madzhab Maliki, ibadah puasa yang dilakukan secara terus menerus dianggap sebagai satu kesatuan ibadah.

Berikut pernyataan Syekh Muhammad bin Yusuf al-Ghurnathi, pakar ilmu fikih dari mazhab Maliki:

وكفت نية لما يجب تتابعه اللخمي أما ما تجب متابعته كرمضان وشهري الظهار وقتل النفس ومن نذر شيئا بعينه ومن نذر متابعة ما ليس بعينه فالنية في أوله لجميعه تجزئه
 
"Dan cukup niat sekali untuk puasa yang wajib dilakukan secara terus-menerus. Imam al-Lakhmi mengatakan, adapun puasa yang wajib dilakukan terus-menerus seperti Ramadhan, dua bulan puasa dhihar, puasa denda pembunuhan, orang yang bernazar puasa pada hari tertentu, orang yang bernazar terus-menerus berpuasa yang tidak ditentukan harinya, maka niat di awal mencukupi untuk keseluruhannya."

Dengan demikian, bersasarkan pendapat ulama dari madzhab Maliki, melakukan niat satu bulan meski tidak pada hari pertama bulan Ramadhan tetap diperbolehkan. Karena puasa yang dikerjakan secara terus menenus dianggap sebagai satu kesatuan ibadah.

Meski sudah melakukan niat satu bulan dengan mengikuti Imam Malik, para ulama di Tanah Air tetap mewajibkan niat setiap malam sesuai dengan pendapat madzhab Syafi'i, madzhab fiqih yang dianut oleh mayoritas umat Islam di Tanah Air.

Niat satu bulan dilakukan untuk tujuan berjaga-jaga jika ada hari dimana kita lupa melakukan niat.

Berikut niat puasa Ramadhan satu bulan:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرٍ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Editor: Abdul Rahman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore