Ilustrasi puasa Ramadhan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh yang jarang diketahui (freepik)
JawaPos.com - Niat puasa tidak boleh ditinggalkan saat akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Tanpa niat, ibadah puasa yang dilakukan menjadi tidak bernilai karena dinyatakan tidak sah.
Ulama dari empat mazhab tidak ada perselisihan tentang keharusan melakukan niat untuk pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Hanya saja, ada perbedaan terkait teknis pelaksanaannya.
Menurut mazhab Syari'i, Hanbali, dan Hanafi, niat puasa Ramadhan harus dilaksanakan setiap malam untuk pelaksanaan ibadah puasa keesokan harinya. Sedangkan bagi mazhab Maliki, niat puasa Ramadhan boleh dilakukan satu kali saja pada awal Ramadhan tanpa harus melakukan niat setiap malam.
Di Indonesia, banyak ulama menganjurkan untuk melakukan niat satu bulan pada hari pertama puasa Ramadhan dengan mengikuti pendapat Imam Malik. Niat satu bulan ini tujuannya adalah untuk berjaga-jaga jika ada hari dimana kita lupa melakukan niat puasa.
Pertanyaannya kemudian, jika pada hari pertama puasa Ramadhan sedang datang bulan atau haid tidak bisa berpuasa, apakah masih boleh melakukan niat satu bulan saat akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan usai bersuci?
Dilansir dari NU Online, seseorang yang baru bisa berpuasa pada hari kedua atau setelahnya, tetap diperbolehkan melakukan niat puasa sebulan menurut ulama dari madzhab Maliki.
Karena bagi madzhab Maliki, ibadah puasa yang dilakukan secara terus menerus dianggap sebagai satu kesatuan ibadah.
Berikut pernyataan Syekh Muhammad bin Yusuf al-Ghurnathi, pakar ilmu fikih dari mazhab Maliki:
وكفت نية لما يجب تتابعه اللخمي أما ما تجب متابعته كرمضان وشهري الظهار وقتل النفس ومن نذر شيئا بعينه ومن نذر متابعة ما ليس بعينه فالنية في أوله لجميعه تجزئه
"Dan cukup niat sekali untuk puasa yang wajib dilakukan secara terus-menerus. Imam al-Lakhmi mengatakan, adapun puasa yang wajib dilakukan terus-menerus seperti Ramadhan, dua bulan puasa dhihar, puasa denda pembunuhan, orang yang bernazar puasa pada hari tertentu, orang yang bernazar terus-menerus berpuasa yang tidak ditentukan harinya, maka niat di awal mencukupi untuk keseluruhannya."
Dengan demikian, bersasarkan pendapat ulama dari madzhab Maliki, melakukan niat satu bulan meski tidak pada hari pertama bulan Ramadhan tetap diperbolehkan. Karena puasa yang dikerjakan secara terus menenus dianggap sebagai satu kesatuan ibadah.
Meski sudah melakukan niat satu bulan dengan mengikuti Imam Malik, para ulama di Tanah Air tetap mewajibkan niat setiap malam sesuai dengan pendapat madzhab Syafi'i, madzhab fiqih yang dianut oleh mayoritas umat Islam di Tanah Air.
Niat satu bulan dilakukan untuk tujuan berjaga-jaga jika ada hari dimana kita lupa melakukan niat.
Berikut niat puasa Ramadhan satu bulan:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرٍ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
