Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Maret 2025 | 11.09 WIB

Keutamaan Takbir di Malam Idul Fitri, Merayakan Kemenangan Penuh Makna bagi Setiap Muslim

Ilustrasi merayakan kemenangan di hari raya Idul Fitri. (Pexels)

JawaPos.com - Bulan Ramadhan akan segera berakhir, dan Hari Raya Idul Fitri pun semakin dekat.

Dalam Islam, momen lebaran bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga kesempatan untuk beribadah dan bersyukur atas berkah yang telah diberikan. 

Salah satu tradisi yang dilakukan umat Islam di Indonesia untuk menyambut hari kemenangan ini adalah mengumandangkan takbir di malam Idul Fitri. Takbiran menjadi simbol kegembiraan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan.

Tradisi takbiran ini dirayakan dengan penuh suka cita. Menurut laman Antara, anjuran untuk bertakbir pada malam Idul Fitri berlandaskan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam surat Al-Baqarah ayat 185, yang berbunyi: 

"Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur." 

Selain itu, berdasarkan informasi dari smpi.alhasanah.sch.id, Rasulullah SAW juga senantiasa mengumandangkan takbir di malam Idul Fitri, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

"Ibn Abi Syaibah meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah menuju lapangan, kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai salat selesai. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir."

(HR. Ibn Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 5621).

Pada dasarnya, takbiran di malam Idul Fitri adalah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT pada hari kemenangan. Takbiran dimulai sejak matahari terbenam di malam Idul Fitri hingga sebelum shalat Idul Fitri dilaksanakan. 

Selain menjadi ungkapan kebahagiaan, takbiran juga memiliki banyak keutamaan dan hikmah bagi umat Islam, di antaranya:

  1. Mendapatkan ketenangan batin serta terbebas dari pikiran negatif yang bisa menimbulkan fitnah dan dosa.
  2. Menjaga jiwa dan raga agar terhindar dari perbuatan buruk serta kemaksiatan yang dapat menjauhkan dari berkah Allah SWT dan menghapus amal ibadah.
  3. Mempermudah datangnya rezeki serta menjaga diri agar selalu berada di jalan kebaikan dan kebenaran dengan ridha Allah SWT.
  4. Mendapatkan pertolongan cepat dan kemudahan dari Allah SWT saat menghadapi masalah atau kesedihan.
  5. Mampu meredakan kobaran api dalam musibah kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan.
  6. Diberikan keteguhan iman, kesabaran, serta ketabahan dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup.
  7. Mendapatkan pahala berlimpah, keberkahan, serta rezeki dari Allah SWT yang datang dari arah yang tak disangka-sangka.
  8. Menjaga diri dari segala bentuk kejahatan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
  9. Memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT serta keyakinan terhadap Nabi Muhammad SAW sebagai utusan terakhir-Nya.
  10. Menjadikan hati lebih sadar akan pentingnya pertolongan Allah SWT serta meyakini bahwa tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada kekuasaan-Nya.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore