Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Maret 2025 | 23.45 WIB

Alquran Mukjizat Terbesar Rasulullah dan Terjaga hingga Hari Kiamat, Kini Terbukti Sejalan dengan Sains, Simak Penjelasan Ustaz Ammi Nur Baits

Ilustrasi Al-Quran. - Image

Ilustrasi Al-Quran.

JawaPos.com – Alquran merupakan kitab suci yang menjadi pedoman umat Islam di seluruh dunia, dan Allah berjanji akan menjaganya sampai hari kiamat tiba.

Alquran yang diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari juga adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad.

Ayat-ayat Alquran mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan pada waktu ayat itu diturunkan. Karena belum dapat dijelaskan secara ilmiah pada saat itu.

Misalnya tentang fenomena bertemunya dua lautan namun tidak bisa saling menyatu satu sama lain. Hal itu ada di surah Ar Rahman ayat 19–21.

"Alquran menyebutkan, Allah mempertemukan dua lautan. Keduanya saling bertemu, tapi di antara keduanya ada pembatas sehingga diantara keduanya tidak saling bercampur," kata Ustaz Ammi Nur Baits dalam podcast anb channel.

Menurut dia, masyarakat Arab pada masa itu bisa saja tidak memahami ayat tersebut dengan baik. Namun, ilmu pengetahuan dan sains kemudian menjelaskan mengapa dua laut saling bertemu namun tidak bisa bercampur satu sama lain.

"Ada pertemuan dua lautan. Yang satu warna biru matang, yang satu warna agak colekat, keduanya tidak saling bercampur. Ketika keduanya diambil lalu dimasukkan ke suatu wadah dan diaduk, mereka bisa bercampur. Tapi ketika ditaruh kembali, katanya ada yang melakukan penelitian, air sebelah itu balik lagi ke asalnya," ungkapnya.

Selain itu, ada ayat Alquran menyinggung tentang awal penciptaan manusia yaitu surah Al-Mu'minun ayat 12–14.

Di ayat tersebut, dijelaskan bahwa manusia dijadikan dari saripati tanah yang kemudian jadi air mani, kemudian dari air mani menjadi segumpal darah, segumpal daging, berkembang jadi tulang,dari tulang lalu dibungkus dengan daging. Lalu berkembang menjadi makhluk yang lain, yakni manusia.

"Dulu mungkin orang-orang gagal mengerti tentang hal seperti ini. Tapi belakangan, sains membuktikan bahwa apa yang ada di Alquran itu benar. Penemuan sains belakangan membenarkan apa yang ada di Alquran," tuturnya.

Meskipun hasil temuan sains sejalan dengan ayat Alquran, Ammi Nur Baits menegaskan bahwa Alquran bukanlah kitab sains.

"Kalau dibilang kitab sains mungkin terlalu berlebihan. Memang ada sisi sains yang disinggung, tapi tidak secara keseluruhan. Kalau Alquran kitab sains, yang berkepentingan dengan Alquran hanya orang yang membidangi sains saja. Kita tahu bahwa tidak semua manusia membidangi sains," tuturnya.

Posisi Alquran bukan kitab sains. Ia merupakan kitab yang menjadi pedoman bagi semua umat Islam agar bisa mengarungi kehidupan dengan baik sehingga bisa selamat di dunia hingga akhirat kelak.

"Kita nyatakan ada sains yang disebutkan dalam Alquran dan ada juga yang tidak ada kaitannya dengan sains. Misalnya tentang akhirat, tidak mungkin sains melakukan penelitian di bidang ini. Atau perintah dan larangan yang berkaitan dengan hukum, sains tidak berkepentingan tentang hal ini," jelasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore