Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Maret 2025 | 04.14 WIB

Simak 4 Cara Menjaga Keistiqomahan Ibadah Setelah Ramadhan, Salah Satunya Melakukan Puasa Syawal

Ilustrasi amalan sunnah di bulan ramadhan untuk mendapatkan pahala berlipat ganda (freepik) - Image

Ilustrasi amalan sunnah di bulan ramadhan untuk mendapatkan pahala berlipat ganda (freepik)

JawaPos.com - Ramadhan merupakan waktu membersihkan diri dan membiasakan diri kita untuk untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Selama bulan ramadhan kita diberikan kemudahan dengan suasana yang mendukung untuk lebih fokus dalam beribadah, karena semua orang berlomba-lomba dalam kebaikan.

Namun, tantangan sebenarnya adalah ketika bulan Ramadhan telah berakhir. Ketika berbagai godaan muncul dan berusaha menjerumukan kita kembali ke dalam kemaksiatan.

Ketika ramadhan usai, kita hanya bisa mengandalkan kekuatan yang ada di dalam diri sendiri untuk tetap istiqomah.

Rasulullah SAW bersabda “Lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian, karena sebaik-baiknya amalan adalah yang dilakukan secara konsisten, meskipun sedikit." (HR. Bukhari & Muslim). Artinya, menjaga perbuatan baik secara teru menerus meskipun sedikit, lebih bernilai oleh Allah daripada melakukan banyak amalan tetapi tidak konsisten.

Mempertahankan kebiasaan yang telah terbentuk juga perlu diiringi dengan doa kepada Allah. Hal ini dilakukan supaya kita diberikan kekuatan untuk mendapatkan pertolonganNya agar mampu mempertahankan amalan baik.

Merangkum dari laman www.noorulislam.org, berikut ini adalah cara agar tetap berkonsisten dalam menjalankan amalan ramadhan.

Mengqadha puasa yang terlewat

Sebagai seorang muslim, kita harus segera mengganti puasa ramadhan yang terlewat. Contohnya pada orang sakit, muafi, atau haid dan nifas bagi perempuan, yang boleh untuk tidak berpuasa.

Puasa enam hari di bulan syawal

Menjalankan puasa selama enam hari di Bulan Syawal termasuk sunnah yang sangat dianjurkan. Nabi Muhammad SAW bersabda “Barang siapa berpuasa Ramadhan, lalu mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun”. (HR. Muslim). Puasa syawal tidak harus dilakukan secara berturut-turut. Puasa tersebut dapat dilakukan terpisah ataupun berurutan.

Melanjutkan amal baik

Bulan ramadhan menjadi lebih mudah dalam berbuat baik, karena kita terbiasa melakukan berbagai ibadah sunnah tanpa hambatan seperti di hari biasanya.

Ibadah sunnah seperti membaca Al-Quran, rutin sholat malam, Peduli terhadap fakir miskin, konsisten bersedekah, terus melakukan shalat sunnah, dan menjauhi segala perbuatan yang diharamkan, sudah seharusnya untuk kita pertahankan kebiasaan baik tersebut, sambil terus memohon kemudahan dan taufik kepada Allah SWT.

Rasulullah bersabda “Lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian, karena sebaik-baiknya amalan adalah yang dilakukan secara konsisten, meskipun sedikit." (HR. Bukhari & Muslim).

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore