
Ilustrasi hari raya. (Freepik)
JawaPos.Com – Bulan Ramadan bukan hanya bulan di mana seluruh umat Muslim beribadah dan berpuasa. Ada banyak kegiatan dan tradisi yang seringkali dilakukan untuk membuat suasana Ramadan menjadi meriah.
Di Indonesia, kita seringkali melakukan berbagai tradisi unik yang hanya ada saat Bulan Ramadan tiba. Contohnya seperti ngabuburit, berburu takjil, dan masih banyak lagi.
Namun, bagaimana dengan tradisi Ramadan di negara lain? Tentunya, setiap negara memiliki tradisi unik tersendiri untuk merayakan Bulan Ramadan. Dilansir dari Karam Foundation, Kamis (27/2), berikut adalah tradisi unik Ramadan dari berbagai negara.
1. Mesir: menghiasi jalanan dengan lentera fanoos
Saat Bulan Ramadan tiba, masyarakat Mesir memeriahkannya dengan melakukan tradisi menghiasi jalanan dengan lentera fanoos. Lentera-lentera yang dipanjang melambangkan persatuan dan kegembiraan selama masa Ramadan.
Tradisi ini dijalankan untuk memperingati masuknya Khalifah Fatimiyah Moaezz El-Din El-Allah sambil mendirikan Kota Kairo bersama pasukannya. Kejadian ini terjadi pada saat hari kelima Ramadan di tahun 358 Hijriah (969 masehi). Karena saat itu para pasukan tiba saat senja, para warga berbondong-bondong keluar dengan lilin untuk membantu penerangan yang terbatas. Hal inilah yang nantinya akan menjadi cikal bakal penyalaan lentera fanoos di Mesir pada saat Bulan Ramadan.
2. Turki: Menabuhkan gendang saat sahur
Turki memiliki tradisi menabuh 20.000 gendang yang juga dikenal sebagai “davulcusu”. Di mana gendang-gendang ini nantinya akan diarak keliling untuk membangunkan umat Muslim saat sahur. Saat menabuhkan gendang, mereka juga akan mengenakan pakaian tradisional Ottoman seperti fez dan rompi.
Apalagi, pemerintah Turki juga memberikan kartu keanggotaan bagi para penabuh gendang sebagai bentuk penghargaan. Hal ini juga akan menjadi dorongan bagi generasi muda agar mau meneruskan tradisi tersebut.
3. Uni Emirat Arab: Tradisi “Haq Al Laila”
Di Uni Emirat Arab, anak-anak akan merayakan tradisi bernama “Haq Al Laila”. Di mana tradisi ini akan dilaksanakan tanggal 13, 14, dan 15 saat Bulan Ramadan. Tradisi ini awalnya berasal dari Bahrain, di mana nantinya anak-anak akan berpakaian cerah dan berkeliling lingkungan rumah untuk meminta sekaligus mengumpulkan permen.
Saat berkeliling meminta permen, anak-anak juga akan menyanyikan lagu berjudul “Aaatona Allah Yutikom, Bait Makkah Yudikum” yang berarti, “Berikan kepada kami dan Allah akan membalasmu dan membantumu mengunjungi Bait Allah di Mekah”.
4. Maroko: Nafar membangunkan orang saat sahur
Di Maroko, ada sebuah tradisi membangunkan sahur yang cukup unik. Sebab, orang-orang yang sedang sahur akan dibangunkan oleh seorang “nafar”. Nafar sendiri merupakan orang yang ditunjuk untuk berkeliling kota dan mengumumkan waktu sahur. Uniknya adalah seorang Nafar akan berkeliling kota sambil mengenakan pakaian tradisional berupa gandora, sandal, dan topi.
Orang-orang yang dipilih menjadi Nafar biasanya dinilai dari kejujuran dan empatinya. Tradisi ini berakar dari kisah sahabat Nabi Muhammad yang berkeliling saat fajar sambil menyanyikan doa-doa merdu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
