
Jemaah salat Tarawih di masjid yang berdiri di atas 164 pancang beton.
Bak Pelaut Bugis-Makassar yang Tangguh di Lautan
BAYANGKAN saja perpaduan ini: masjid yang berwarna abu-abu, dengan kubah bercorak biru langit, dan berdiri kokoh di atas laut. Estetika yang tidak gampang ditemukan di masjid lain.
’’Angin laut yang masuk juga menambah kenyamanan saat berada di dalamnya,” kata Nur Syamsidar, pelancong asal Nusa Tenggara Timur, kepada FAJAR yang menemuinya akhir bulan lalu (29/3).
Masjid Terapung Amirul Mukminin berdiri dengan ditopang 164 pancang beton di sisi paling barat Kawasan Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
Berdiri di laut itu seolah mengingatkan bahwa leluhur para pelaut Bugis-Makassar senantiasa selalu tangguh saat berada di samudra.
Saat memasuki kawasan masjid, terdapat dua jembatan yang bisa diakses oleh masyarakat, dari sisi tenggara dan barat daya. Ini memberikan kesempatan bagi pelancong untuk ikut menikmati keindahan Pantai Losari.
Masjid didesain cukup simpel bagi masyarakat yang ingin beribadah. Namun, di saat yang sama menyajikan kompleksitas bagi pengunjung untuk menjajal keindahannya.
Para jemaah bakal disambut dengan lima tiang yang tegak berdiri menopang kubah utama yang tepat bersampingan dengan kubah kecil di belakangnya begitu memasuki masjid. Akses untuk masyarakat berwudu pun bisa langsung terlihat berada di sisi kiri masjid untuk laki-laki, dan sisi kanan untuk perempuan saat memasuki teras.
Kembali ke ruang utama masjid, saat masuk, pintu keseluruhan ditutupi oleh kaca transparan berpadu rangka besi yang dicat putih. Di dalam, interior dinding marmer dan langit-langit masjid dominasi warna putih berpadu dengan desain lafaz Allah dan Muhammad yang ditulis dengan warna emas di sisi tengah ruangan. Di antaranya berdiri podium bagi ustad untuk berdakwah.
DI TEPIAN PANTAI LOSARI: Masjid Terapung Amirul Mukminin.
Pencahayaan masjid ini pun didukung oleh lampu yang didesain bulat mengisi tiap sudut langit-langit masjid. Sisanya dibantu cahaya alami matahari saat siang hari.
Saat masuk, kesan utama yang terasa adalah sejuk angin sangat terasa terembus dari sela-sela jendela masjid, tanpa harus dibantu oleh pendingin ruangan dan kipas angin.
Desainernya yang saat ini menjabat wali kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, menyebut, konsep dan desain masjid ini sebelumnya tidak pernah ada di dunia. Sebab, menyediakan ruangan khusus masyarakat yang ingin salat pribadi di lantai 3 masjid tepat di bawah kubah kecil, seperti salat Istikharah, Tahajud, hingga salat sunah lainnya. Sedangkan lantai 1 dan 2 lebih umum diperuntukkan untuk salat jemaah.
’’Jika melihat desain masjid dari atas, masyarakat juga bisa menemukan angka 99 yang saling bertautan satu sama lain memberikan makna dalam 99 asmaulhusna,” kata Danny, sapaan akrab Moh. Ramdhan Pomanto.
Masjid ini seyogianya kali pertama dibangun pada 2009 dan diresmikan pada 2012, atas inisiatif dan dukungan dari eks Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Amirul Mukminin dibangun dengan swadaya masyarakat dan hingga kini dikelola mandiri pula oleh masyarakat.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
