
Teller di Bank Mandiri melayani transaksi keuangan nasabah
JawaPos.com - Meski terjadi libur panjang selama arus mudik dan balik, namun transaksi diperkirakan tetap tinggi. Mengantisipasi itu, Bank Indonesia (BI) menjamin transaksi keuangan, baik tunai maupun nontunai, tidak akan terganggu. Lebaran yang panjang BI pun telah mengantisipasi permintaan uang tunai yang meningkat bersamaan momen mudik.
"Antisipasi juga sampai arus balik," kata Deputi Gubernur BI Sugeng saat konferensi pers SKB tiga menteri kemarin (7/5).
Dalam konferensi pers itu, Sugeng menyebut operasional terbatas akan dijalankan pada 19 Juni. Itu lebih cepat daripada hari terakhir cuti bersama pada 20 Juni.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menambahkan, OJK bersama BI akan melakukan koordinasi terkait kliring. Tujuannya, bank-bank tetap bisa melayani nasabah meski pelayanannya terbatas. "Perbankan tidak full service, tapi ada pelayanan," katanya.
Mengacu pada libur Lebaran di tahun-tahun sebelumnya, BI biasanya membuka layanan terbatas berupa real time gross settlement (RTGS), scripless securities settlement system (BI-SSSS), dan sistem kliring nasional BI (SKNBI) hanya pada tanggal-tanggal tertentu.
Kegiatan layanan kas beroperasi penuh hanya untuk pemenuhan kebutuhan penarikan dan setoran uang kartal dari perbankan.
Sementara itu, operasi moneter rupiah tetap dilakukan untuk deposit dan lending facility. Tapi, operasi moneter valuta asing (valas) tidak berjalan. Dengan demikian, kurs yang berlaku selama libur Lebaran adalah kurs perdagangan pada hari terakhir sebelum libur Lebaran.
Sementara di pasar modal, meski pemerintah menetapkan tambahan cuti bersama tanggal 11, 12, dan 20 Juni 2018, bursa saham tetap buka pada 20 Juni 2018. "Saya berterima kasih akhirnya pemerintah merespons kita punya keluhan," ujar Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio.
Dengan begitu, investor masih tertarik masuk ke pasar modal Indonesia. Sebab, dananya akan kembali berputar dan tidak mengendap terlalu lama. Sebelumnya, kata Tito, investor memang sempat mengeluhkan bursa saham Indonesia yang tutup terlalu lama. Jika liburnya terlalu lama, investor asing bisa saja melarikan dananya ke bursa saham negara-negara emerging markets lainnya seperti Filipina dan Thailand.
"Saya harap ke depan hal-hal yang begini ini sudah ditentukan setahun sebelumnya sehingga investor punya plan yang matang soal portofolio investasi di Indonesia. Nah, ini nanti kami kan juga belum tahu kliringnya bagaimana karena kami masuk kerjanya duluan, masih harus koordinasi dulu sama BI," ujar Tito.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
