
Bus AKAP mulai disiapkan untuk arus mudik Lebaran 2018
JawaPos.com - Selama ini setiap musim mudik lebaran tarif tiket kerap mengalami kenaikan. Hal itu bisa dipicu ada aturan pemerintah, juga atas permainan para calo. Tiket diborong oleh calo lalu dijual lebih mahal.
Tahun ini pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyarankan masyarakat untuk membeli tiket bus lewat aplikasi atau e-ticketing. Selain harganya tidak melambung, cara pembelian itu untuk menghindari antrean panjang di terminal. Serta harga mahal yang dijual calo. E-ticket bus bisa diperoleh penumpang melalui aplikasi Bosbis dan Traveloka.
"Tiket bisa beli lewat Traveloka maupun Bosbis. Jadi, tidak perlu pakai calo," kata Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiadi. Ke depan, aplikasi e-ticketing itu dikerjasamakan juga dengan toko ritel modern.
Sayang, pembelian tiket bus melalui Bosbis dan Traveloka tidak bisa dilakukan jauh-jauh hari. Misalnya, untuk Traveloka, tiket dijual sebulan sebelum keberangkatan. Ketika berangkat Juni, penumpang harus membeli tiket pada bulan yang sama Bosbis tidak jauh beda.
Untuk memesan tiket bus melalui Bosbis, caranya mirip dengan membeli tiket kereta dan pesawat melalui aplikasi. Input jadwal keberangkatan, titik berangkat dan kota tujuan, nama penumpang, serta nomor kursi yang diinginkan. Kemudian, bayar melalui ATM atau e-banking.
Dengan aplikasi itu, penumpang tinggal membawa kode booking dan kartu identitas untuk naik bus di terminal atau titik keberangkatan yang ditentukan. Dengan demikian, ketika sudah sampai terminal, penumpang pasti mendapat kursi. Keberangkatan pun bisa dijadwalkan.
Budi membenarkan bahwa belum semua jurusan dan semua bus tersedia. Masih terbatas pada daerah-daerah tertentu. Namun, pihaknya tengah mendorong pihak-pihak terkait untuk memanfaatkan e-ticketing.
Dengan sistem baru itu, akan terlihat jumlah armada, jatah kursi yang tersisa, harga tiket, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan layanan bus. Dengan demikian, jika ada perubahan, hal itu bisa cepat diperbarui. Misalnya, soal jumlah penumpang dan kursi.
Ke depan, setiap terminal yang dikelola pusat, menurut Budi, diberi alat penjualan tiket. "Pembeli bisa membeli di mesin tersebut," ujarnya. Dia menargetkan pengadaan alat itu tidak lebih dari setahun setelah e-ticket di-launching.
Musim Lebaran kali ini menjadi uji coba e-ticketing menghadapi permintaan yang begitu banyak. Salah satu kendala yang wajib diantisipasi adalah server down sehingga bisa menyulitkan masyarakat mendapatkan tiket. Hal serupa terjadi saat PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka jadwal tiket kereta tambahan 16 April lalu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
