JawaPos.com - Ada kalanya kita melakukan hubungan suami-istri pada malam hari bulan Ramadan dan tidak sempat bersuci dengan cara mandi wajib sampai azan Subuh tiba.
Dalam kasus lain, ada orang tidur pada siang hari saat melaksanakan ibadah puasa Ramadan dan tiba-tiba saja saja mimpi melakukan hubungan seks dengan lawan jenis sampai keluar sperma.
Usahakan mandi usai olahraga untuk mencegah perkembangan bakteri. (Healthline)
Pertanyaannya kemudian, bagaimana hukum mandi wajib di bulan Ramadan? Terkait hal tersebut, JawaPos.com meminta pandangan hukum kepada Saifuddin Zuhri selaku dosen PTIQ sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Baitussalam DDI Pamulang Elok. Berikut penjelasan beliau.
Mandi junub atau mandi besar disebut juga dengan mandi wajib. Ia merupakan salah satu sarana penyucian (thaharah) agar dapat melaksanakan ibadah salat. Penyeba hadas besar adalah berhubungan suami isteri atau keluar sperma.
Dalilnya adalah firman Allah swt., dalam QS. Surat Al-Maidah ayat 6
وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ
“ Dan jika kamu junub, maka mandilah.” Dalam ayat lain di Surah al-Nisa: 4
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْرَبُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْتُمْ سُكَارٰى حَتّٰى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ وَلَا جُنُبًا اِلَّا عَابِرِيْ سَبِيْلٍ حَتّٰى تَغْتَسِلُوْا ۗ
“Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub).”
Mandi besar hukumnya wajib Ketika hendak melaksanakan salat. Dalam berpuasa, kondisi junub tidak menjadi rukun dan syarat. Karena itu, puasa tetap boleh dan sah dalam keadaan junub.Bila seseorang mimpi basah atau keluar sperma (mani) tanpa sengaja dalam kondisi puasa, maka ia tetap melanjutkan puasanya dan wajib mandi untuk melaksanakan shalat.
Akan tetapi, puasa menjadi batal jika keluarnya sperma tersebut karena disengaja. Misalnya dengan menggunakan tangan atau menyengaja rangsangan visual seperti menonton film porno.
Jadi, di bulan Ramadan ini, apabila azan subuh berkumandang dan seseorang dalam kondisi junub, maka hukumnya boleh dan wajib berpuasa. Tetapi dia tidak boleh melaksanakan salat subuh sebelum melaksanakan mandi junub.
Wallahu a’lam.