
Foto udara sejumlah kendaraan roda empat memasuki di Gerbang Tol (GT) Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (29/3/2024).
JawaPos.com - Jalan tol bakal menjadi primadona bagi pengendara saat mudik hari Idul Fitri 1445 hijriah/2024 M. Potensi kemacetan lalu lintas akan luar biasa pada puncak arus mudik nanti.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso menjelaskan, berdasar hasil evaluasi dari Kemenko PMK, akan dioperasikan satu drone untuk membantu memantau kondisi lalu lintas di jalan tol melalui udara. ”Drone ini memiliki daya jangkau 20 kilometer dan kamera zoom 30 kali,” urainya.
Hasil pengamatan drone akan dikompilasikan dengan hasil CCTV. Petugas akan menganalisis hasil pemantauan CCTV dan drone sebelum menyusun kebijakan rekayasa lalu lintas. ”Drone juga bisa digunakan untuk memantau bila terjadi kondisi darurat,” paparnya.
Menko PMK Muhadjir Effendy bersama rombongan melakukan pengecekan ke sejumlah titik. Pertama, Command Center Korlantas. Di sana, dia mengecek secara langsung kondisi jalan yang disiapkan untuk pemudik hingga skenario terkait rekayasa lalu lintas.
Dia menerangkan, pemerintah bersama lembaga terkait juga telah menyiapkan jalur fungsional ruas Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan sepanjang 8,5 km. Jalur itu kemungkinan dibuka ketika terjadi penumpukan kendaraan keluar. Pos-pos terpadu dan rest area juga disiapkan di sepanjang jalan tol.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) turut mendorong pengelola layanan publik untuk menyiapkan fasilitas yang ramah terhadap perempuan dan anak. Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA Nahar menyebutkan, saat dalam perjalanan mudik Lebaran, selain mengutamakan keselamatan dalam berkendara, tentunya menciptakan suasana aman dan nyaman selama perjalanan juga harus menjadi perhatian para pemudik. Termasuk meminimalkan terjadinya berbagai bentuk kekerasan.
”Kita juga mendorong agar pengelola layanan publik yang berkaitan dengan arus mudik ini menyediakan sarana dan prasarana untuk pelaporan kekerasan yang mungkin saja terjadi terhadap pemudik perempuan dan anak,” ungkapnya.
Pada bagian lain, PT Jasa Marga mencatat sebanyak 149.674 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-7 Lebaran 2024 atau Rabu (3/4). Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas dari empat gerbang tol (GT) utama, yaitu GT Cikupa, GT Ciawi , GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama.
"Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 14,33 persen bila dibandingkan lalin normal sebanyak 130.916 kendaraan," ujar Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana.
Namun, bila dibandingkan dengan periode Lebaran 2023, total volume lalin itu lebih rendah 16,40 persen. Pada Lebaran 2023 H-7, jumlah kendaraannya mencapai 179.028 unit. (idr/mia/lyn/c7/oni)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
