Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 April 2024 | 19.10 WIB

Menjelang Hari Lebaran, Berikut Hadits dan Keutamaan dari Meminta Maaf dan Saling Memaafkan

Ilustrasi berkenalan dengan orang baru. (Jcomp/Freepik)

JawaPos.com - Ketika bulan suci Ramadan memasuki babak akhir, pandangan umat Islam diarahkan pada momen puncak keberkahan, yaitu perayaan Hari Raya Idul Fitri alias lebaran yang menandai berakhirnya bulan puasa.

Setelah takbir bergema dan sebelum menyantap hidangan lezat bersama keluarga, terdapat sebuah tradisi mulia yang mengisi hari lebaran, yaitu menjalin silaturahmi dan meminta maaf dan saling memaafkan. Lebih dari sekadar tradisi, meminta maaf dan memaafkan merupakan tuntunan agama yang memiliki landasan dalam hadits-hadits Rasulullah SAW.

Memahami keutamaan dan hikmah di balik praktik ini bukan hanya menyuburkan hubungan antar sesama, tapi juga mempererat ikatan dengan Allah SWT. Dalam tulisan ini, saatnya mengungkap hadits-hadits yang menggambarkan kelembutan dan kebijaksanaan Islam terkait dengan sikap meminta maaf dan saling memaafkan, menggali keutamaan yang terkandung di dalamnya, serta menyambut Lebaran dengan hati yang bersih dan terangkat dari berbagai dosa.

Dilansir dari laman resmi NU Online, terdapat riwayat yang menerangkan "Apabila seorang muslim bertemu dengan saudaranya sesama muslim, lalu ia menjabat tangannya, maka akan berguguranlah dosa-dosa keduanya sebagaimana bergugurannya dedaunan dari pepohonan yang kering, di hari angin bertiup sangat kencang. Jika pun tidak maka akan diampuni dosa-dosa keduanya meskipun sebanyak buih di lautan." (HR: Thabrani)

Berjabat tangan disini dimaksudkan saling meminta maaf dan memaafkan, terdapat riwayat lain yang juga menjelaskan hal ini "Tidaklah dua orang muslin saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni dosa-dosa mereka berdua sebelum mereka berpisah." (HR: Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu majah dan Ahmad).

Kemudian dilansir dari situs resmi MUI, dalam ayat - ayat suci Al-Qur’an terdapat berbagai tuntunan untuk saling meminta dan juga memberi maaf, diantaranya:

“Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain), maka sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa.” (Q.S. An-Nisa {4}: 149)

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A'raf {7}: 199)

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.” (Q.S. Asy-Syura {42}: 40)

“Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.” (Q.S. Asy-Syura {42}: 43)

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, “(yaitu) orang yang berinfak, baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. Ali-Imran {3}: 133-134)

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore