
Berasal Dari Banjar, Bubur Samin Menjadi Hidangan Buka Puasa Khas Masyarakat di Kampung Jayengan, Kota Solo, Jawa Tengah./ Nabil A
JawaPos.com – Solo pada zaman dahulu dikenal sebagai kota perdagangan yang banyak didatangi berbagai etnis di Nusantara.
Maka tidak heran bila salah satu etnis di Kalimantan Selatan, yaitu etnis Banjar, banyak yang berdagang di Solo.
Dilansir dari surakarta.go.id, sekitar tahun 1907 banyak saudagar dan perajin batu mulia serta pendatang dari Martapura yang merantau ke Kota Solo.
Etnis Banjar banyak tinggal di Martapura, Kabupaten Banjar. Sebagian besar dari mereka adalah pedagang berlian, emas dan intan.
Etnis Banjar yang ada di Solo banyak tinggal di kawasan Kampung Jayengan Kidul, Kecamatan Serengan. Para perantau itu kemudian mendirikan langgar atau musala di Jayengan dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu.
Pada 1930-an, langgar kemudian dibangun menjadi sebuah masjid dengan bangunan yang lebih permanen. Masjid ini kemudian dikenal dengan nama Masjid Darussalam seperti saat ini.
Sejak dulu, selain digunakan sebagai tempat ibadah dan menjalankan aktivitas keagamaan, Masjid Darussalam juga digunakan sebagai tempat pertemuan para saudagar di Kota Solo.
Ketika mereka berkumpul dan bersilaturahmi, terutama saat Bulan Ramadan, bubur samin ini selalu dihidangkan sebagai takjil untuk kudapan berbuka puasa.
Berawal dari sebuah kebiasaan, pembagian takjil bubur samin ini kemudian berubah menjadi tradisi yang terus dilestarikan sejak sekitar tahun 1960-an hingga sekarang.
Pembagian bubur samin di Masjid Darussalam telah menjadi tradisi bagi warga sekitar saat bulan puasa.
Dan akhirnya bubur samin menjadi hidangan buka puasa khas masyarakat di kampung Jayengan, Kota Solo, Jawa Tengah.
Bubur ini memiliki cita rasa gurih, bubur samin dibuat dari bahan baku beras, daging sapi, susu, rempah, dan santan. Kemudian ditambahkan dengan minyak samin yang membuat warnanya menjadi kekuningan.
Yang membuat bubur ini berbeda adalah aroma rempahnya yang kuat. Bubur ini memang menggunakan berbagai jenis rempah, mulai dari bawang merah, bawang putih, kayu manis, kapulaga, jahe, lengkuas dan minyak samin.
Pembagian bubur ini dilakukan setiap hari selama Bulan Ramadan dan dapat dinikmati secara gratis sebagai hidangan merakyat dengan cita rasa yang otentik.
Penasaran dengan rasa bubur samin, segera merapat ke Masjid Darussalam dan rasakan nikmatnya makanan khas Banjar yang ada di Kota Solo.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
