Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Maret 2024 | 21.10 WIB

Layani Pembayaran Zakat, Petugas Amil Bukan Profesi Peminta-Minta

Piminan Baznas bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (25/3). Hilmi/Jawa Pos - Image

Piminan Baznas bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (25/3). Hilmi/Jawa Pos

JawaPos.com ­– Tingkat pembayaran zakat dan infak di bulan Ramadan mengalami peningkatan. Untuk melayani pembayaran zakat dan infak tersebut, dibutuhkan seorang amil atau petugas zakat. Amil adalah profesi yang penting dan bukan bertugas untuk meminta-minta uang.

Pentingnya profesi amil zakat itu disampaikan Pimpnan Baznas bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan. ’’Amil zakat itu bukan orang yang meminta-minta uang,’’ katanya usai penandatanganan kerjasama komunikasi publik antara Baznas dengan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Senin (25/3) malam.

Dia mengatakan tugas amil zakat adalah memfasilitasi umat Islam untuk menjalankan kewajibannya. Yaitu menunaikan zakat, yang juga salah satu rukun Islam. Selain itu amil memberikan edukasi atau pemahaman kepada si pembayar zakat atau muzakki terkait kewajiban zakat yang harus ditunaikan.

Selain itu amil zakat juga bertugas untuk mendayagunaan serta mendistribusikan dana zakat yang sudah dikumpulkan. Pendistribusian dana zakat harus tepat sasaran. Yaitu kepada delapan asnaf atau kelompok masyarakat yang berhak menerima zakat.

Selain itu Rizaludin juga menyampaikan, zakat saat ini seakan-akan menjadi anak tiri dalam rukun Islam. Berbada dengan rukun-rukun Islam lainnya. Dia mencontohkan haji sebagai rukun Islam yang kelima. Di masyarakat, urusan haji sudah dikenalkan kepada anak-anak sejak dini. Sudah banyak diketahui, anak-anak TK sudah berbondong-bondong dilatih manasik haji.

Begitupun rukun Islam lain seperti puasa dan salat. Anak-anak sejak kecil sudah dilatih untuk berpuasa. Meskipun puasanya sampai duhur, kemudian dilanjut lagi sampai maghrib. Termasuk untuk salat, anak kecil dilatih salat dengan dibiasakan ikut ke masjid atau musala.

’’Tetapi untuk zakat ini, masih kurang sosialisasi atau pelatihan kepada masyarakat’’ katanya. Biasanya orang belajar atau mengetahui soal zakat ketika sudah tua. Atau minimal ketika sudah mapan dan memiliki penghasilan yang mencukupi. Rizaludin menegaskan kelima rukun Islam itu adalah satu kesatuan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore