
TETAP BUGAR: Hindari makanan berminyak dan berkolesterol tinggi agar tetap bisa prima di bulan Ramadhan adalah tips penting dari Coach Nopendi. (Coach Nopendi untuk JawaPos.com)
JawaPos.com — Bulan Ramadhan tiba, dan saatnya bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Bagi para atlet, menjaga kebugaran tubuh selama bulan puasa bisa menjadi tantangan tersendiri.
Namun, dengan beberapa tips yang diberikan oleh Coach Nopendi, Head Coach PSHW UMY di Liga 3 Nasional, menjaga kebugaran tubuh di bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan baik.
Coach Nopendi menjelaskan bahwa persiapan HW UMY dan tim PON putri DIY untuk menghadapi Liga 3 Nasional melibatkan jadwal latihan yang cukup intensif. Latihan dilakukan sebanyak 4 kali seminggu pada sore hari, mulai dari jam 16.00 WIB.
Durasi latihan berkisar antara 1,5 hingga 2 jam, dengan fokus pada taktik, sentuhan bola, dan finishing.
“Untuk persiapan HW UMY dan tim PON Putri DIY, kita jadwalkan latihan seminggu 4x dan dilakukan sore hari mulai jam 16.00 wib, jadi latihan kisaran 1 jam setengah sampai 2 jam, dengan intensitas yang tidak terlalu berat,” jelasnya.
“Kita banyak ke taktikal dan sentuhan bola, serta finishing,” imbuhnya.
Namun, selama bulan Ramadhan, aktivitas latihan diatur sedikit berbeda. Coach Nopendi menekankan bahwa selama bulan puasa, prioritas utama adalah menjaga kebugaran pemain.
Oleh karena itu, latihan lebih difokuskan pada menjaga stamina dan teknik tanpa beban yang terlalu berat. Hal ini dilakukan untuk menghindari kelelahan yang berlebihan pada para pemain yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Untuk selama bulan puasa aktivitas hanya menjaga kebugaran pemain saja,” jelasnya.
Dalam hal pemilihan makanan, Coach Nopendi memberikan tips untuk mengurangi konsumsi makanan yang berminyak dan tinggi kolesterol. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh para pemain serta menjaga kestabilan energi selama berpuasa. Pemilihan makanan yang sehat dan bergizi sangat penting untuk menjaga performa tubuh tetap optimal selama bulan puasa.
“Terkait makanan, kurangi mengkonsumsi makanan yang berminyak dan kolesterol tinggi,” lanjutnya.
Namun, tidak hanya atlet yang perlu memperhatikan asupan makanan selama bulan Ramadhan. Bagi orang biasa juga penting untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.
Coach Nopendi menyarankan agar orang biasa juga melakukan olahraga ringan pada sore atau malam hari, dengan porsi yang tidak terlalu berat. Olahraga seperti jogging, bersepeda, atau senam bisa menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kebugaran tubuh tanpa membebani tubuh yang sedang dalam keadaan berpuasa.
“Mungkin hampir sama dengan atlet, bisa dilakukan di sore hari atau malam hari, dengan tidak memaksakan olahraga yang berat atau berlebihan, mungkin bisa olahraga joging, sepeda atau senam dengan porsi yang tidak berat,” pungkasnya.
Dengan menjaga pola latihan dan pemilihan makanan yang tepat, baik atlet maupun orang biasa dapat menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan selama bulan Ramadhan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
