Ilustrasi orang sedang tidur siang (Unsplash/Shane)
JawaPos.com - Puasa di Bulan Ramadhan tidak hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga mengajarkan kesabaran, disiplin, dan pengendalian diri.
Di tengah kesibukan menjalani ibadah dan rutinitas sehari-hari, terkadang godaan untuk melewatkan waktu agar tidak terasa lama dengan tidur seharian saat puasa mungkin menggoda.
Ketika berpuasa, tubuh tidak menerima makanan atau minuman selama lebih dari 12 jam. Karena itu, tidak mengherankan jika energi menjadi terkuras, tubuh mudah merasa lelah, dan sering merasa ngantuk, terutama di siang hari ketika rasa lapar biasanya mencapai puncaknya.
Tidur berlebihan tidak disarankan karena akan berdampak pada kesehatan tubuh dan mental. Dikutip dari Halodoc.com berikut tujuh risiko tidur seharian saat puasa:
Jika tidur seharian saat puasa, tubuh akan lebih lelah dan lemas, bukannya segar saat bangun, serta akan merasakan haus dan lapar yang semakin meningkat, karena pada saat tidur, tubuh melakukan proses detoksifikasi dan mengeluarkan keringat.
Tidak tidur cukup atau tidur berlebihan dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Selama tidur, pencernaan tidak beroperasi secara optimal, yang mengakibatkan penumpukan lemak di dalam tubuh, terutama jika tidur langsung setelah makan sahur.
Khususnya, wanita yang tidur lebih dari 10 jam memiliki risiko sindrom metabolik, sedangkan pria berisiko mengalami peningkatan kadar trigliserida yang dapat menyebabkan hipertensi.
Tendensi ini lebih umum terjadi pada orang yang mengalami depresi atau gangguan mental seperti bipolar. Tidur berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan memori dan kecemasan.
Sekitar 15 persen orang dengan depresi sering tidur berlebihan, yang pada akhirnya dapat memperburuk kondisi depresi.
Tidur berlebihan atau tidur setelah sahur telah terbukti meningkatkan glukosa dalam darah, yang berpotensi meningkatkan risiko diabetes.
Peningkatan glukosa terjadi ketika pencernaan tidak optimal, menyebabkan penumpukan lemak di tubuh, yang dapat mengakibatkan obesitas dan meningkatkan risiko diabetes.
Tidur berlebihan mempengaruhi neurotransmiter tertentu di otak, seperti serotonin. Banyak orang yang tidur terlalu banyak di siang hari sering mengalami kesulitan tidur di malam hari dan sering merasakan sakit kepala di pagi hari.
Ketika tidur, punggung bisa bergerak sedikit atau bahkan tidak sama sekali, dan berperan sebagai penyangga tubuh. Tidur terlalu lama bisa menyebabkan sakit punggung karena kurangnya gerakan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
