Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Maret 2024 | 04.51 WIB

Adakah Keistimewaan Meninggal Dunia pada Ramadhan? Simak Hadis Penjelasannya

Keranda mayat - Image

Keranda mayat

JawaPos.com - Kematian adalah takdir manusia dan menjadi rahasia Allah SWT yang tidak dapat diketahui waktu datangnya. Sebagai makhluk Allah yang beriman tentu umat Islam tidak ingin meninggalnya sia-sia dengan berharap agar kematiannya husnul khatimah pada hari baik.

Ramadhan merupakan bulan mulia. Penuh dengan keistimewaan sehingga seorang yang meninggal pada waktu mulia seperti ini, pertanda baik dan ada tambahan rahmat untuknya, jika kesehariannya dia sebagai orang yang bertakwa dan beramal salih.

Bulan Ramadhan dianggap sebagai bulan suci, karena banyak sekali keistimewaan selama bulan tersebut.

Pada hakikatnya, orang yang meninggal husnul khatimah adalah mereka memiliki tingkat keimanan serta ketakwaan yang tinggi kepada Allah SWT. Maka dari itu, semua orang pastinya ingin meninggal dunia dalam keadaan beriman serta bisa memperoleh keistimewaan dari Allah SWT.

Salah satunya yang akan mendapatkan itu adalah meninggal di bulan suci tersebut. Secara khusus, tidak ada dalil dalam Alquran atau hadis yang menjelaskan keutamaan meninggal di bulan Ramadan atau di waktu tertentu.

Syekh Ibnu Utsaimin r.a menjelaskan yang dikutip dari bincangsyariah.com memaparkan:

وكل حديث ورد في فضل الموت في يوم معين فإنه ليس بصحيح لأن الثواب على الأعمال التي تقع من العبد اختياراً.
“Hadis-hadis yang menerangkan keutamaan meninggal di hari tertentu tidak ada yang sahih. Karena pahala seorang bergantung pada amalannya, itulah yang bisa dia usahakan.”

Dari Hudzaifah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam kondisi beramal, dikutip dari konsultasisyariah.com memaparkan:

مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَ ا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ ل َهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَج ْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Siapa yang menyatakan Laa ilaaha illallah ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan ikrar ini, maka dia masuk surga.

Siapa pun yang berpuasa dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan puasa ini, maka dia masuk surga.

Siapa yang sedekah dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan sedekah ini, maka dia masuk surga. (HR. Ahmad 23324 dan disahihkan Syuaib al-Arnauth).

Nabi Saw. menerangkan tentang husnul khotimah:
إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يوفّقه لعملٍ صالحٍ قبل موته

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan mempekerjakannya. Apa yang dimaksud Allah mempekerjakannya ya Rasulullah?”
tanya para sahabat. Rasulullah Saw. menjawab, “Dia dimudahkan untuk beramal salih sebelum meninggal.” (HR. Ahmad)

Meski demikian, Ustaz Adi menjelaskan bahwa meninggal di bulan Ramadan bukan berarti menjadi penjamin seseorang wafat dalam keadaan baik. Hal ini kembali kepada individu masing-masing. “Jadi Ramadan, jika ada yang wafat di dalamnya, belum tentu jadi tanda kebaikan wafatnya, kecuali jika dia wafat dalam keadaan saleh semasa hidupnya. Jadi, kunci utamanya bergantung pada jumlah amal kebaikan yang dikerjakan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore