Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Maret 2024 | 00.07 WIB

Cara Sahur Sesuai Sunah Nabi Muhammad SAW, Perlu Diterapkan

Ilustrasi makan sahur/odua-freepik/ - Image

Ilustrasi makan sahur/odua-freepik/

JawaPos.com – Sahur merupakan salah satu ibadah sunah dalam berpuasa. Sahur dilakukan sebelum fajar atau sebelum memulai puasa.

Sahur membantu umat Muslim untuk menjalani ibadah puasa dengan lebih kuat dan konsisten. Dengan energi yang cukup dari sahur, umat Muslim dapat menjalani puasa dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Dilansir dari kanal YouTube Yufid TV – Pengajian & Ceramah Islam, Ustad Johan Saputra Halim, menyampaikan bahwa makan sahur tidaklah wajib dan bukan syarat sah puasa. Namun, hendaknya orang yang berpuasa untuk melakukan sahur, karena para ulama mengatakan bahwa hukumnya sunnah muakkadah (sangat ditekankan).

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bersahurlah karena dalam makanan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari no 1922 dan Muslim no. 1095).

Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makanan sahur semuanya berkah, maka jangan tinggalkan dia. Walaupun kalian hanya meneguk seteguk air. Karena Allah ‘azza wa jalla dan para malaikatnya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.” (HR. Ahmad no. 11101, dihasankan Al-Albani dalam Shahih At-Targhib no 1070).

Ustad Johan menjelaskan, sunnah yang pertama yaitu makan sahur dilakukan pada akhir malam atau menjelang masuknya waktu fajar. Lalu sunnah kedua yaitu membaca 50 ayat Al-Quran setelah selesai makan sahur sambil menanti dikumandangkannya iqomah adzan. Sunnah yang terakhir yaitu mengkonsumsi kurma kering.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik makanan sahur adalah tamr (kurma kering)” (HR Abu Daud no. 2345, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Abu Daud).

Terdapat beberapa hikmah dalam melakukan sahur di akhir malam atau menjelang waktu fajar. Di antaranya, memberikan kesempatan kepada orang-orang yang melakukan sholat malam untuk memaksimalkan ibadahnya dengan bermunajat, berdoa, dan bersujud dalam shalatnya dengan khusyuk, sehingga malam tersebut benar-benar dimakmurkan dengan ketaatan beribadah kepada Allah SWT.

Di samping itu, waktu sahur merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa dan meminta kepada Allah SWT.

Hikmah berikutnya yang disebutkan para ulama adalah untuk memberikan energi yang maksimal untuk orang yang berpuasa, karena jika makan sahur di malam hari dikhawatirkan di siang hari akan banyak kehilangan energi. Kemudian hikmah yang ketiga adalah dapat mencegah keteledoran dari sholat subuh, karena jika sahur di malam hari dikhawatirkan dapat tertidur sehingga melewatkan sholat subuh.

Meniti tradisi sahur dengan sunnah Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk penghormatan dan pengamalan ajaran yang mulia. Dengan memperhatikan sunnah-sunnah beliau, kita tidak hanya memperoleh keberkahan dalam ibadah puasa, tetapi juga menjaga kesehatan fisik dan spiritual. Semoga dengan mengikuti sunnah Nabi dalam sahur, kita dapat meraih keberkahan dan kebahagiaan di bulan Ramadhan serta menjadikan ibadah kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore