Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Maret 2024 | 19.04 WIB

Wajib Diperhatikan, Tips Mudik Aman dengan Pesawat untuk Ibu Hamil

Ilustrasi ibu hamil mudik naik pesawat. - Image

Ilustrasi ibu hamil mudik naik pesawat.

JawaPos.com - Mudik sangat identik dengan perjalanan yang jauh dan lalu lintas yang padat, sehingga kesehatan tubuh menjadi hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan agar mudik bisa berjalan dengan aman. Terlebih lagi pada ibu hamil yang hendak melaksanakan mudik.

Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan diri maupun janin yang dikandung sebelum melaksanakan mudik. Hal tersebut bermanfaat dalam mengetahui kondisi kehamilan, boleh atau tidaknya ibu hamil melaksanakan mudik serta solusi terbaik dari dokter akan rencana perjalanan mudik yang hendak dilakukan.

Pada dasarnya, ibu hamil diperbolehkan melakukan perjalanan jauh ataupun melakukan mudik lebaran selama tidak ada sesuatu apapun yang membahayakan. Ibu hamil dinilai aman melakukan perjalanan jauh yaitu ketika berada di usia kehamilan 14 – 28 minggu. Hal ini disebabkan karena pada 12 minggu pertama kehamilan masih cukup rentan terhadap keguguran, rasa mudah lelah serta gejala morning sickness masih sering terjadi.

Kemudian, bila bepergian jauh dengan kehamilan usia diatas 36 minggu, dikhawatirkan terjadi persalinan ketika perjalanan maupun kesulitan dalam mencari fasilitas kesehatan. Saat menginjak trimester kedua, janin dalam kandungan juga sudah jauh lebih kuat, sehingga ibu dapat bepergian jauh menggunakan pesawat. Namun, jika usia kehamilan telah menginjak trimester ketiga, ibu dilarang naik pesawat saat hamil, karena perut sudah sangat besar dan akan membuat ibu merasa kelelahan dan tidak nyaman dalam perjalanan.

Menurut American College of Obstetrician and Gynecologist (ACOG) menyatakan bahwa perjalanan menggunakan pesawat bagi ibu hamil dapat dikategorikan aman akan tetapi perjalanan yang dilakukan tidak sering selama kehamilan, mempertimbangkan usia kandungan yaitu dibawah usia 36 minggu dan juga tidak memiliki komplikasi saat hamil.

Dikutip dari Rsd.sidoarjokab.go.id memaparkan bahwa dari kebijakan yang diberikan oleh International Air Transport Association (IATA) menyatakan bahwa ibu hamil dapat menggunakan pesawat selama mempertimbangkan riwayat kesehatan dan kehamilan sebelumnya, kemudian yang tidak kalah penting yaitu kehamilan kembar akan berisiko tinggi menggunakan pesawat dan juga mempertimbangkan usia kehamilan.

Dengan demikian bagi ibu hamil tanpa komplikasi, kehamilan tunggal (bukan kembar) hingga usia kehamilan 36-38 minggu dengan persyaratan waktu terbang tidak melebihi 4 jam. Pertimbangan dari kebijakan diatas juga dapat didukung dengan keterangan dari dokter ketika ibu hamil akan check in, pihak dari maskapai akan meminta surat keterangan dari dokter yang dapat mewakili kondisi kesehatan anda dan janin.

Beberapa maskapai penerbangan di Indonesia memiliki kebijakan yang berbeda dalam usia kehamilan yang memperbolehkan menggunakan perjalanan pesawat bagi ibu hamil. Meskipun demikian semua maskapai penerbangan melakukan kebijakan yang sama dimana ibu hamil harus mengisi formulir khusus ibu hamil sebelum melakukan perjalanan.

Tips Ibu Hamil Yang Ingin Bepergian Menggunakan Pesawat Terbang

Hal pertama yang wajib Bumil lakukan sebelum bepergian dengan pesawat adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan dan sebaiknya tetap dilakukan meski Bumil menjalani kehamilan normal. Ada beberapa tips aman yang dapat dilakukan, yang disampaikan dr. M. D. Daniel Hadinoto, Sp.KP, DTM, CTH, FISTM, FAsMA antara lain:

1. Pastikan sabuk pengaman dikencangkan (fasten seat belt) di bawah perut dan jaga posisinya tetap rendah sejajar panggul setiap saat. Pengencangan sabuk pengaman yang dianjurkan untuk ibu hamil minimal jika memiliki rongga sekitar 1 kepalan tangan, jarak ini ideal bagi inspirasi dan ekspirasi dan tidak akan menekan janin.

2. Minum air putih yang cukup untuk melawan efek udara kabin yang kering (dry air), hindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh dan soft drink, karena akan memicu timbulnya evolved gas pada saluran pencernaan.

3. Sebelum take-off, hindari makanan yang menghasilkan gas seperti brokoli, kembang kol, kacang-kacangan dan minuman bersoda. Gas yang terperangkap (trapped gas) di saluran pencernaan akan mengembang pada ketinggian dan menimbulkan ketidaknyamanan saat penerbangan.

4. Pesan tempat duduk di aisle / sisi lorong, sehingga memudahkan saat ingin ke toilet, bangun, berjalan dan melakukan peregangan. Wanita hamil yang tidak banyak bergerak pada penerbangan panjang berisiko tinggi mengalami pembentukan bekuan / gumpalan darah di pembuluh darah. Ibu hamil disarankan untuk bangun dan jalan setidaknya tiap jam untuk mencegah pembentukan bekuan darah di pembuluh darah. Juga penting untuk menekuk dan meregangkan kedua tungkai bawah dan kaki setiap 30 menit.

5. Lapor kepada kru kabin atau pramugari (flight attendants) agar mendapatkan perhatian khusus selama penerbangan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore