Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Maret 2024 | 11.45 WIB

Ramadhan Tahun Ini Indonesia Masuki Cuaca Ekstrem, Berikut 5 Tips Jaga Imunitas Tubuh Selama Bulan Puasa dari Ahli Kesehatan

Akibat cuaca ekstrem yang berakibat banjir membuat lalu lintas di Kota Semarang lumpuh. - Image

Akibat cuaca ekstrem yang berakibat banjir membuat lalu lintas di Kota Semarang lumpuh.

JawaPos.com – Ramadhan kali ini akan menjadi bulan puasa yang cukup menantang bagi penduduk Indonesia.

Hal ini dikarenakan bulan Ramadhan kali ini bertepatan dengan kondisi cuaca ekstrem.

Kondisi cuaca ekstrem ini telah diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Melalui artikel yang dirilis oleh situs resmi BMKG, cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi selama periode pancaroba Maret-April 2024, beriringan dengan awal mulai hingga berakhirnya bulan Ramadhan.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam siaran pers Minggu, 25 Februari 2024 menyatakan bahwa Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem ini. Terutama karena bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan.

Selain mewaspadai terjadinya fenomena cuaca ekstrem, tentunya situasi ini juga berpengaruh pada kesehatan tubuh manusia yang berpotensi terganggu.

Potensi terganggunya kesehatan ini pada akhirnya harus terjadi di saat tubuh manusia harus beradaptasi dengan perubahan siklus pencernaan, yakni puasa Ramadhan.

Bagi seorang muslim, puasa Ramadhan merupakan kewajiban yang tak dapat ditinggalkan kecuali dengan alasan medis yang sangat mendesak.

Maka dalam kondisi cuaca ekstrem seperti prediksi BMKG, seorang muslim dianjurkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan tubuhnya.

Berikut adalah beberapa tips dari dr. Tengku Raya Sharin, Head of Customer Experience AstraLife. Serta dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Dokter spesialis penyakit dalam.

1. Penuhi Kebutuhan Cadangan Air

Untuk menghindari dehidrasi, maka cadangan air tubuh harus terpenuhi. Terutama saat cuaca ekstrem, suhu ruangan bisa jadi sangat panas saat siang hari

Dr. Haruni menyatakan bahwa untuk mengetahui kebutuhan air pada tubuh ialah 30-50 cc/ml per kilogram berat badan.

Sedangkan Dr. Sharin menyarankan untuk membagi jadwal minum selama sahur dan berbuka, sehingga mudah untuk mengingatnya

2. Usahakan Beraktivitas di Dalam Ruangan

Cuaca yang ekstrem membuat suhu udara naik dan menghabiskan cairan tubuh. Maka dr. Haruni menyarankan agar aktivitas dimaksimalkan di dalam ruangan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore