
Photo
JawaPos.com- Masyarakat Gresik tentu sudah tidak asing dengan bonggolan. Makanan tradisional dari Kota Santri itu sering dijumpai di kawasan pesisir. Makanan berbahan dasar ikan laut tersebut menjadi pilihan, bahkan menjadi menu wajib selama Ramadan. Hal tersebut karena bonggolan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.
Bentuknya yang lonjong berbalut daun pisang membuat makanan itu menyerupai lemper. Namun, setelah dibuka, bonggolan memiliki tekstur yang lebih padat dan kenyal. Ukurannya juga lebih besar. Setelah dicoba, perbedaannya pun makin terasa.
’’Bahan utamanya ikan laut pilihan, asli, dan masih segar. Sehingga menyuguhkan sensasi rasa gurih,’’ jelas Candra Gunawan, pemilik Bonggolan Cak Gendos.
Selama Ramadan, stan miliknya di Jalan Sindujoyo Gang 12, Kelurahan Lumpur, itu tidak pernah sepi pembeli. Maklum, harganya sangat terjangkau. Masyarakat cukup merogoh kocek Rp 10 ribu.
Variasi rasa orisinal dan pedas juga bikin ketagihan, khususnya bagi para kawula muda. ’’Cocok untuk camilan, bahkan tidak sedikit yang menjadikannya lauk dengan dicampur olahan masakan lainnya,’’ tutur pria asal Sidayu itu.
Pria 33 tahun tersebut menjelaskan, setiap hari rata-rata 100 bungkus bonggolan miliknya ludes terjual. Bahkan, pembeli tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat Gresik, tetapi juga dari wilayah Jawa Tengah dan Jakarta yang memesan melalui online. Sebab, bonggolan mentah bisa bertahan hingga satu minggu jika disimpan dalam lemari es. ’’Mirip frozen food, jadi juga bisa dibuat oleh-oleh untuk kerabat di luar kota,’’ ungkapnya.
Kenikmatan bonggolan kian mantap jika dicocol dengan kuah taoco, saus kacang, atau saus pedas sesuai selera. Bonggolan juga banyak dijumpai di daerah pesisir, khususnya wilayah Gresik Utara. Mulai Pulau Mengare, Bungah, hingga wilayah Sidayu.
’’Protein tinggi dan ekonomis sehingga jadi hidangan wajib bagi masyarakat yang tinggal di daerah dekat laut,’’ tandasnya.
---
FAKTA-FAKTA BONGGOLAN
Asal Mula Bonggolan
Bentuknya menyerupai batang pohon, yakni bulat dan panjang. Dalam bahasa Jawa disebut bonggol sehingga masyarakat menyebutnya dengan nama bonggolan.
Bahan Dasar
Terbuat dari bahan dasar daging ikan pilihan, biasanya jenis ikan plaosan atau ikan payus yang masih satu spesies dengan ikan bandeng. Lalu, dibalut dengan tepung kanji yang sudah dicampur bawang putih dan garam.
Persebaran
Bonggolan banyak ditemui di daerah pesisir, khususnya wilayah Gresik Utara. Mulai daerah Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Ujungpangkah, dan Sidayu. Harganya pun relatif terjangkau, yakni berkisar Rp 10 ribu.
Penyajian
Karena teksturnya yang kenyal dan gurih, makanan ini cocok jika ditambahkan dengan kuah taoco atau bumbu kacang. Bisa juga dengan saus pedas sesuai selera.
Sumber: Reportase Jawa Pos

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
