
Ilustrasi
JawaPos.com – Pemudik yang menggunakan kendaran roda dua sudah mulai memadati kawasan Bekasi untuk tujuan ke Jawa. Namun, masih banyak ditemua pemudik membawa anak kecil tanpa menggunakan helm. Padahal kondisi itu sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara.
Dari pantauan Radar Bekasi (Jawa Pos Group) di jalur mudik simpang Bekasi Cyber Park (BCP), para pemudik yang membawa anaknya tanpa menggunakan helm langsung diberhentikan oleh petugas satuan lalu lintas untuk memberi himbauan kepada orang tuanya.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP I Nengah Adi Putro mengatakan, tidak ada tindakan yang dilakukan bagi pemudik sepeda motor yang membawa anaknya. Namun, kepolisian tetap mengimbau agar pemudik senantiasa mengutamakan keselamatan di jalan supaya bisa sampai dengan selamat di kampung halaman.
“Memang ada sebagian masyarakat yang tidak menggunakan bus dengan alasan ekonomi. Tapi kami masih memberi toleransi dan tidak lupa memberikan himbauan,” ujar Nengah saat ditemui di Pospam Mudik di Jalan M Hasibuan, Kota Bekasi, Rabu (21/6).
Ia menjelaskan, himbauan yang dilakukan oleh kepolisian kepada para pemudik agar memanfaatkan pos pelayanan dan check point disepanjang jalur mudik yang telah disediakan.
“Jangan karena ingin cepat sampai, tapi malah tidak memikirkan anaknya. Karena kondisi anak dan orang tua itu sangt berbeda. Jadi istirahat itu harus dilakukan setiap beberapa jam sekali,” imbuh Nengah.
Lanjut Nengah, sampai dengan jam 6 sore H-4 Lebaran, ada sekitar 16 ribu pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua dari arah Jakarta melintasi Kota Bekasi untuk tujuan mudik kekampung dengan menggunakan jalur pantura. “Perhari ada sekitar 7.000 kendaraan roda dua yang melintasi Kota Bekasi,” terangnya.
Nengah memprediksi, puncak arus mudik akan terjadi pada hari ini, Kamis (22/6) mulai pagi sampai dengan malam hari. Sebab, pada hari Jumat (23/6) sudah memasuki libur bersama.
“Sampai dengan puncak arus mudik, kami prediksi ada lebih dari 50 ribu kendaraan roda dua yang melintas,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya sudah mengantisipasi lonjakan kendaraan pada puncak arus mudik dengan melakukan rekayasa lalu lintas. Pada puncak arus mudik akan diberlakukan buka tutup di persimpangan Caman dan kolong Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR). “Rekayasa kami lakukan melihat situsi dan kondisi di lapangan,” ujar Nengah.
Dia mengakui, jumlah pemudik kendaraan roda dua tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Sebab, mudik dengan kendaraan pribadi sudah menjadi budaya masyarakat, terutama pemudik dengan tujuan jarak dekat seperi daerah pantura.
“Memang hasil pengamatan kami, dari tahun ke tahun angkanya selalu mengalami peningakatan. Oleh karena itu, kami memprediksi tahun ini di atas 50 ribu kendaraan melintasi Kota Bekasi,” pungkasnya. (oke/yuz/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
