Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juli 2026 | 00.48 WIB

Pendekatan Holistik Perkuat Penanganan Kanker di Era Pengobatan Modern 

Forum Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (12/7). (Istimewa). - Image

Forum Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (12/7). (Istimewa).

JawaPos.com – Penanganan kanker tidak hanya berfokus pada operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Pendekatan multidisiplin yang memadukan terapi utama dengan layanan pendukung berbasis bukti ilmiah kini semakin dikembangkan untuk menjaga kondisi fisik sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien.

Pembahasan mengenai pendekatan tersebut mengemuka dalam Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (12/7). Forum ini mempertemukan pakar kesehatan dari Indonesia dan Tiongkok untuk membahas pengembangan layanan kanker yang lebih komprehensif, aman, dan juga terbuka terhadap berbagai metode.

Vice President China Anti-Cancer Association (CACA) sekaligus Secretary General Asian Oncology Society, Prof. Wang Ying, membuka forum dengan menyebut bahwa kolaborasi Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat memperluas penerapan pendekatan onkologi yang holistik dan terintegrasi di kawasan Asia. 

Menurutnya, integrasi pengobatan tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional yang telah dikembangkan Indonesia memiliki potensi untuk memperkuat pengembangan integrative oncology di kawasan.

Dalam berbagai jenis pengobatan, Indonesia tak hanya berfokus pada pengobatan berbasis peralatan modern, tetapi juga pengobatan holistik. Dokter Akupunktur Konsultan Analgesia dan Anestesia, dr. Ekky Sri Rejeki, Sp.AK(K), menegaskan bahwa akupunktur medik bukan pengobatan alternatif yang digunakan untuk menggantikan terapi kanker utama.

Akupunktur medik merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang penerapannya mengacu pada evidence-based medicine atau bukti ilmiah. Dalam penanganan kanker, metode tersebut dapat digunakan sebagai terapi adjuvan atau pendamping, termasuk dalam pelayanan paliatif.

“Akupunktur dapat menjadi terapi ajuvan atau terapi pendamping, sekaligus berperan dalam perawatan paliatif untuk membantu mengurangi berbagai efek samping pengobatan kanker,” ujar dr. Ekky.

Salah satu manfaat akupunktur yang telah banyak diteliti adalah membantu mengendalikan nyeri. Stimulasi pada titik-titik tertentu dapat merangsang tubuh memproduksi endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami.

Akupunktur juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi mual dan muntah yang muncul setelah pasien menjalani kemoterapi. Penelitian mengenai manfaatnya untuk menangani keluhan lain, termasuk gangguan pada rongga mulut akibat terapi kanker, juga terus dikembangkan.

“Efektivitasnya memang tidak selalu seratus persen, tetapi dapat membantu meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani pengobatan,” jelasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore