Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2026 | 02.05 WIB

Mengira Flu Cuma Keluhan Rutin? Bisa Jadi Itu Sinus

Gejala pilek atau flu yang tidak kunjung membaik dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran sinus. (Istimewa). - Image

Gejala pilek atau flu yang tidak kunjung membaik dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran sinus. (Istimewa).

JawaPos.com - Hidung tersumbat yang tidak kunjung membaik sering diabaikan dan dianggap flu biasa akibat kelelahan, paparan debu, atau cuaca. Padahal, jika keluhan disertai nyeri di area wajah, napas berat, pilek berkepanjangan, atau lendir yang terus diproduksi, itu bisa menjadi tanda sinusitis.

Sinusitis adalah peradangan pada rongga sinus yang terjadi ketika aliran lendir terganggu, memicu penumpukan dan pertumbuhan virus atau bakteri. Gejalanya lebih berat dan lebih lama dibanding flu biasa.

Apa Penyebab Sinus?
Menurut dr. Jemmy Kurniawan, Sp.THT-KL dari Mayapada Hospital Surabaya, infeksi saluran pernapasan atas adalah penyebab sinusitis yang paling sering ditemukan.

“Pilek atau flu yang tidak kunjung membaik dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran sinus. Saat lendir menumpuk di dalam rongga sinus, risiko infeksi lanjutan meningkat. Kondisi ini biasanya membuat keluhan terasa lebih berat dan berlangsung lebih lama dibandingkan flu biasa."

Selain infeksi, ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan:

Alergi: Menyebabkan lapisan hidung membengkak dan menghambat aliran lendir.
“Pasien dengan riwayat alergi umumnya lebih rentan mengalami sinusitis berulang. Jika pemicunya tidak dikendalikan, peradangan dapat terus muncul meskipun gejala sempat membaik,” tambah dr. Jemmy.

Deviasi Septum: Tulang pembatas rongga hidung yang bengkok, menghambat aliran udara dan lendir.

Polip Hidung: Jaringan yang tumbuh di dalam saluran hidung dan menyumbat sinus.
Mengapa Sinus Bisa Kambuh Terus?

dr. Nessia Nurina Putri, Sp.T.H.T.B.K.L dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan, “Pada beberapa pasien, keluhan dapat terus berulang karena faktor penyebabnya belum tertangani dengan baik, sehingga memicu kekambuhan. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan agar terapi yang diberikan lebih tepat sasaran.”

Pasien dengan riwayat alergi umumnya lebih rentan. Jika pemicunya tidak dikendalikan, peradangan dapat terus muncul meskipun gejala sempat membaik.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore