Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juli 2024 | 00.24 WIB

Menurut Para Ahli, Begini Alasan Perempuan Lebih Rentan Stres dan Mudah Marah, Simak Penjelasannya!

Ilustrasi perempuan sedang stres. (Unsplash.com/SEOGalaxy) - Image

Ilustrasi perempuan sedang stres. (Unsplash.com/SEOGalaxy)

JawaPos.com - Perempuan dikenal dengan makhluk yang penuh kelembutan dan cukup sensitif terhadap situasi dalam dirinya maupun lingkungan sekitar.

Para ahli juga mengungkapkan berbagai penyebab serta karakteristik perempuan sehingga mereka bisa bersikap seperti itu.

Dilansir dalam laman Universitas Gadjah Mada, sebetulnya perempuan itu lebih mampu mengendalikan stres karena berkaitan dengan hormon esterogen dalam tubuh yang berfungsi memblokir efek negatif stres di otak.

Pasalnya bahwa hormon laki-laki mudah labil sehingga emosinya naik turun, sementara perempuan semestinya lebih stabil secara emosional meskipun pada kenyataannya mereka yang cenderung lebih emosi. Berikut penyebabnya adalah:

1. Perempuan lebih rentan stres dan mudah marah karena mereka tidak begitu memerhatikan kondisi tubuhnya. Misalkan saat keadaan sakit, perempuan akan mengabaikan dan akhirnya menumpuk.

2. Perempuan lebih pemikir dibandingkan laki-laki, ketika ada suatu hal yang menimpanya mereka akan dipikir secara berlebihan sehingga menimbulkan stres.

3. Adanya beban pengasuhan anak yang berlebih terhadap perempuan, seperti yang dikutip dari Artikel Universitas Airlangga bahwa kultur Indonesia yang membebankan pola asuh anak kepada ibu dibanding ayah.

4. Adanya beauty standard bahwa perempuan dikatakan cantik itu harus putih atau kurus, maka dari itu mereka akan berlomba-lomba diet dan perawatan tapi pada akhirnya akan stres sendiri.

Dapat disimpulkan bahwa secara lahiriahnya perempuan itu mampu megendalikan emosinya dengan baik, bahkan lebih stabil dibanding laki-laki.

Namun faktor yang mendorong perempuan lebih rentan stres dan mudah marah adalah dari stigma masyarakat maupun lingkungan tentang keidealan sosok perempuan.

Terlebih jika perempuan dituntut untuk sempurna baik dari segi fisik maupun pencapaian dirinya, sehingga mereka akan memilikii trigger untuk mengikuti kata orang lain.

Padahal sejatinya manusia tidak akan ada yang sempurna termasuk perempuan, bahkan mereka perlu lebih dilindungi dan didengar oleh orang sekitarnya.

Sehingga dapat meminimalisir tingkat stres serta kemarahan yang akan merusak fisik maupun mentalnya, dan sebagai sesama perempuan juga harus saling mengerti bukan saling menjatuhkan.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore