
Ilustrasi gejala khas penyakit Lupus Eritematosus Sistemik (LES) yang menyerang penderitanya.
JawaPos.com - Penderita penyakit Lupus Eritematosus Sistemik (LES) atau lupus biasanya menderita kelelahan, nyeri sendi, demam, lemas, dan gejala lainnya di tahap awal. Kemudian selain itu, ada gejala sangat khas pada penderita lupus. Pada kulit wajah akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip seperti kupu-kupu. Kadang disebut ruam kupu-kupu (butterfly rash).
Lupus tersebut dikenal dengan Lupus Kutaneus. Dapat dikenali dari ruam yang muncul di kulit dengan berbagai tampilan klinis.
"Tampak jelas dengan ciri khas ruam seperti kupu-kupu. Pada lupus jenis ini dapat didiagnosis dengan melakukan biopsi dari ruam dengan gambaran khas berupa infiltrat sel inflamasi pada batas dermoepidermal," kata Ketua Divisi Alergi Imunologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, dalam konferensi pers, Rabu (9/5).
Lupus terjadi akibat terganggunya regulasi kekebalan yang menyebabkan peningkatan auto-antibodi yang berlebihan. Gangguan imunoregulasi ditimbulkan oleh kombinasi antara faktor-faktor genetik, hormonal (sebagaimana terbukti oleh awitan penyakit yang biasanya terjadi padausia reproduktif), dan lingkungan (cahaya matahari, infeksi, paparan zat kimia).
"Akibat kombinasi hal-hal tersebut, sistem imun tubuh kehilangan kemampuan untuk membedakan antigen dari sel dan jaringan tubuh sendiri. Penyimpangan reaksi imunologi ini akan menghasilkan 'auto-antibodi' secara terus-menerus," papar Iris. Dengan kata lain, Iris menjelaskan ada tiga faktor risiko penyakit lupus.
Faktor Genetik
Gen-gen apa saja yang menjadi penyebab penyakit lupus belum diketahui seluruhnya. Sekitar 7 persen pasien lupus memiliki keluarga dekat (orang tua atau saudara kandung) yang juga terdiagnosis lupus. Untuk kembar identik, kemungkinan terkena lupus pada salah satu dari kedua kembar hanya 30 persen.
Faktor Lingkungan
Sangat berperan sebagai pemicu lupus, misalnya infeksi, stres, antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan penicilin), cahaya ultraviolet (matahari), dan penggunaan obat-obat tertentu.
Faktor Hormonal
Faktor hormonal dapat menjelaskan kaum perempuan lebih sering terkena penyakit lupus dibanding dengan laki-laki. Meningkatnya angka pertumbuhan penyakit lupus sebelum periode menstruasi atau selama masa kehamilan mendukung keyakinan bahwa hormon, khususnya estrogen, menjadi pencetus penyakit lupus. Akan tetapi, hingga kini belum diketahui secara lengkap peran hormon apa saja yang menjadi penyebab besarnya prevalensi lupus pada perempuan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
