
Ilustrasi Obat. BPOM menarik dua produk suplemen makanan, yakni Viostin DS dan Enzymplex. Kedua produk ini terindikasi mengandung DNA Babi.
JawaPos.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik dua produk suplemen makanan dari pasaran.
Masing-masing Viostin DS yang diproduksi PT Pharos Indonesia, serta Enzyplez buatan PT Medifarma Laboratories. Kedua produk tersebut diketahui mengandung DNA Babi.
"Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas terbukti positif mengandung DNA Babi," ujar Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan POM RI dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/1).
BPOM mengkalim telah menarik seluruh produk Enzyplex tablet dengan Nomor Izin Edar (NIE) dan nomor bets tersebut dari pasaran. Begitupula dengan produk Viostin DS.
Dalam langkah antisipatif dan melindungi konsumen, BPOM telah menginstruksikan Balai Besar atau Balai POM untuk melakukan pemantauan. Serta, penarikan produk yang tidak memenuhi ketentuan.
"Termasuk yang terdeteksi positif mengandung DNA babi, namun tidak mencantumkan peringatan 'Mengandung Babi'," tutup BPOM.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
