
Ilustrasi
JawaPos.com - Kontroversi seputar rokok elektrik jenis vape terus menyeruak. Sebagian yang pro menganggap vape berbeda jauh dengan rokok konvensional berjenis tembakau. Sementara yang kontra menganggap, vape tetap memiliki kekhawatiran dari sisi kesehatan, terutama penggunaan cairan kimia alias liquid.
Tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) mengungkap fakta menarik seputar hal ini.
YPKP melakukan riset bersama tim dengan pihak Universitas Padjajaran, mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.
"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel," papar Amaliya, salah seorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.
Amaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.
"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat," jelas dia.
"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional," jelasnya.
Amaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik).
"Misalnya dengan vape. Zat yang mengakibatkan penyakit itu namanya tar. Nah, di vape tar tidak ada sama sekali, yang ada nikotin dan zat pembawanya," paparnya.
Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.
"Rotrik ini hanya memiliki kadar yang berbahaya lima persen. Sehingga ia menegaskan bahaya pun pasti berkurang," pungkas dia.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
