Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Desember 2017 | 18.46 WIB

Waspada! Kenali 4 Fase Penularan Penyakit Difteri hingga Renggut Nyawa

Ilustrasi Difteri - Image

Ilustrasi Difteri

JawaPos.com - Pasien yang terpapar kuman difteri bisa saja meninggal dunia jika terlambat ditangani. Karena itu ada pasien yang bisa tertolong tetapi ada juga yang tak selamat.


Sampai saat ini Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso masih didatangi pasien suspek difteri. Bahkan sejumlah kamar ikut penuh saking banyaknya pasien yang responsif dan banyak pula yang negatif.


"Saya mendengar di RSPI Sulianti Saroso kan punya puluhan ruang isolasi itu sudah penuh. Sebagian ada di ruang bangsal, sebagian besar difteri namun ada juga yang negatif," kata Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr. dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K) dalam Forum Ngobras di Jakarta, Selasa (19/12).


Menurut Hindra, penyebab pasien meninggal atau bisa diselamatkan karena difteri ada banyak faktor. Salah satunya karena adanya keseimbangan daya tahan tubuh dan lingkungan.


"Kalau gizi buruk tentu sulit sembuh, lalu ada riwayat imunisasi enggak, pernah atau jarang. Bisa berakibat fatal jika tak diimunisasi sejak dulu," kata Hindra.


Senada dengan Hindra, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Sri Rezeki, Sp.A(K) mengungkapkan fase-fase penderita penyakit difteri. Jika terlambat ditangani, maka bisa lebih parah hingga tak selamat.


"Difteri itu kalau di bawah 72 jam bisa diobati, kalau lebih dari 72 jam maka selaput kotor atau membran di tenggorokan itu makin meluas," papar Sri.


Fase Pertama


Minggu pertama, penyakit ini akan memengaruhi jalan napas. Pasien sudah mulai sulit bernapas. Pasien mengalami demam, pembentukan selaput dimulai dalam 2-3 hari. "Jika segera diobati, daya tahan fisik kuat, dan gizi cukup maka bisa selamat," kata Hindra dan Sri.


Fase Kedua


Akhir pekan pertama baru dibawa ke dokter, maka sudah akan mengalami masalah jantung. Racun yang dibawa kuman dialirkan melalui darah, menyebar ke jantung, dan otot lemah. "Baru diobati setelah hari ketujuh kemungkinan tak tertolong lebih tinggi," jelasnya.


Fase Ketiga


Pekan kedua baru dibawa ke dokter, pasien akan mengalami masalah saraf. Sengau dalam berbicara dan selalu tersedak saat makan dan minum.


Fase Keempat


Akhir minggu kedua pasien akan semakin parah dan terlambat ditangani. Hal itu tergantung pula jenis kumannya. Kuman difteri ada 3 macam, dan yang paling berat memberikan racun paling parah.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore