
Ilustrasi Difteri
JawaPos.com - Pasien yang terpapar kuman difteri bisa saja meninggal dunia jika terlambat ditangani. Karena itu ada pasien yang bisa tertolong tetapi ada juga yang tak selamat.
Sampai saat ini Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso masih didatangi pasien suspek difteri. Bahkan sejumlah kamar ikut penuh saking banyaknya pasien yang responsif dan banyak pula yang negatif.
"Saya mendengar di RSPI Sulianti Saroso kan punya puluhan ruang isolasi itu sudah penuh. Sebagian ada di ruang bangsal, sebagian besar difteri namun ada juga yang negatif," kata Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr. dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K) dalam Forum Ngobras di Jakarta, Selasa (19/12).
Menurut Hindra, penyebab pasien meninggal atau bisa diselamatkan karena difteri ada banyak faktor. Salah satunya karena adanya keseimbangan daya tahan tubuh dan lingkungan.
"Kalau gizi buruk tentu sulit sembuh, lalu ada riwayat imunisasi enggak, pernah atau jarang. Bisa berakibat fatal jika tak diimunisasi sejak dulu," kata Hindra.
Senada dengan Hindra, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Sri Rezeki, Sp.A(K) mengungkapkan fase-fase penderita penyakit difteri. Jika terlambat ditangani, maka bisa lebih parah hingga tak selamat.
"Difteri itu kalau di bawah 72 jam bisa diobati, kalau lebih dari 72 jam maka selaput kotor atau membran di tenggorokan itu makin meluas," papar Sri.
Fase Pertama
Minggu pertama, penyakit ini akan memengaruhi jalan napas. Pasien sudah mulai sulit bernapas. Pasien mengalami demam, pembentukan selaput dimulai dalam 2-3 hari. "Jika segera diobati, daya tahan fisik kuat, dan gizi cukup maka bisa selamat," kata Hindra dan Sri.
Fase Kedua
Akhir pekan pertama baru dibawa ke dokter, maka sudah akan mengalami masalah jantung. Racun yang dibawa kuman dialirkan melalui darah, menyebar ke jantung, dan otot lemah. "Baru diobati setelah hari ketujuh kemungkinan tak tertolong lebih tinggi," jelasnya.
Fase Ketiga
Pekan kedua baru dibawa ke dokter, pasien akan mengalami masalah saraf. Sengau dalam berbicara dan selalu tersedak saat makan dan minum.
Fase Keempat
Akhir minggu kedua pasien akan semakin parah dan terlambat ditangani. Hal itu tergantung pula jenis kumannya. Kuman difteri ada 3 macam, dan yang paling berat memberikan racun paling parah.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
