Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Agustus 2017 | 08.00 WIB

Bagi yang Berkutu, Jangan Gunakan Diazinon, Bisa Mematikan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Nasib tragis dialami dua anak di Dusun Tegal Ombo RT 002/05, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Mereka meregang nyawa setelah menggunakan obat kutu rambut.


Diduga kematian anak yang bernama Qoulan Shaqilla (9) dan Khamila (5) dari obat kutu dengan kandungan diazinon. Diazinon adalah obat kutu pembasmi atau insektisida yang biasa digunakan petani.


Lalu bagaimana cara kerjanya jika terpapar kulit? Obat hama itu sangat mematikan jika terkena kulit manusia. Wajar saja, jika kedua korban meninggal dunia. Sebab, mereka langsung menggunakannya di bagian kulit kepala. Padahal diazinon tak boleh terkena kontak kulit manusia.


Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) Mahdi Jufri menjelaskan diazinon biasa digunakan oleh petani di ladang. Petani saja harus menggunakan sarung tangan dan masker. Sebab diazinon bersifat sangat toksik atau racun.


“Diazinon itu bisa diserap lewat kulit. Petani saja wajib pakai sarung tangan dan masker. Karena sifatnya sangat toksik, racun,” tegas Mahdi kepada JawaPos.com, Senin (28/8).


Mahdi menjelaskan diazonin masuk ke dalam golongan organofosfat, sama seperti obat pembunuh serangga pada umumnya. Namun, diazinon jauh lebih berbahaya daripada obat pembunuh serangga yang disemprot.


“Sama seperti yang dipakai di masyarakat untuk membunuh nyamuk juga masuk dalam golongan organofosfat. Tetapi efeknya mematikan jika tertelan atau dikonsumsi. Makanya harus dijauhkan dari anak-anak. Berbeda dengan diazinon yang terkena kulit pun sudah mematikan,” ungkap Mahdi.


Seseorang yang terpapar diazinon dalam hitungan menit langsung mengalami efek mematikan. Sifatnya memblok ujung saraf sehingga membuat korbannya gagal napas.


“Apalagi jika diolesi di rambut atau kulit kepala. Sangat berbahaya. Sifatnya memblok ujung sel saraf dan membuat penderitanya gagal napas disertai mual muntah,” katanya.


Mahdi menyarankan agar masyarakat menggunakan obat kutu rambut yang aman. “Obat kutu yang aman seperti yang dipakai selama ini, yakni dengan kandungan benzyl benzoate. Itu aman,” tandasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore