
Ilustrasi
JawaPos.com - Penderita diabetes tidak bisa makan enak. Omongan tersebut acapkali terdengar dan tak jarang meresahkan para pasien diabetes. Padahal, hal itu tidak sepenuhnya benar. spesialis penyakit dalam Prof Dr Hans Tandra SpPD-KEMD PhD FINASIM FACE mengatakan, penderita diabetes tentunya masih bisa makan enak.
Pun dengan makanan manis yang selama ini menjadi monster bagi para penderita diabetes. ’’Kasihan sekali sama pasien kan diet ketat. Asupan gizi mereka menjadi tidak seimbang, akhirnya menjadi hipoglikemi,’’ katanya
Bila terdiagnosa menjadi pasien diabetes sering mengalami adaptasi yang salah pada pola dietnya. Padahal pasien diabetes harus mengkonsumsi obat minum bahkan suntik insulin setiap hari. Makanan dengan gizi lengkap menjadi penyeimbangnya. Nah kalau gizinya tidak komplit, risiko drop karena hipoglikemi (penurunan kadar gula) pun meningkat. Bila daya tahan tubuh menurun, pasien diabetes yang hipoglikemi bisa sampai koma.
Menurut Hans, tiga hal yang perlu dipahami mengenai pola makan pasien diabetes adalah jam, jumlah, dan jenis makanan, Secara konkrit, sarapan jam tujuh pagi bisa makan dengan porsi normal. Tapi lebih baik mengganti nasi putih menjadi nasi merah, dan roti tawar menjadi roti gandum. Makanan tersebut mengandung kalori yang lebih kecil. Sehingga tidak memperberat kerja pankreas.
Makan siang bisa dilakukan pukul satu siang, dengan porsi yang sama dengan sarapan. Saat siang, kebutuhan asupan masih tinggi seiring dengan padatnya kegiatan. Makan malam bisa dilakukan pukul 18.00 dengan porsi yang didominasi sayur.
’’Untuk gula bisa diganti dengan pemanis buatan, kalau lapar sebelum jam makan bisa nyemil buah. Pepaya atau pir baik untuk pasien diabetes,’’ sambung dokter yang menempuh Fellow of American College of Endocrinologist di Boston Massachusetts USA tersebut. Bahkan bila ingin makan es krim tidak apa-apa. Hanya porsinya saja jadi seperempat atau kurang dari porsi biasa.
Hans menekankan, pasien diabetes memang harus disiplin. Keteraturan jam makan pasti mempengaruhi kadar gula darah. ’’Semakin banyaknya penderita diabetes itu bukan Cuma karena banyak makan. Tapi banyak pola makan yang salah. Mulai dari nggak sarapan, suka makan larut malam. Itu kan memperberat kerja pankreas akhirnya insulin menjadi resisten,’’ imbuhnya. (ina/tia)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
